Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Fokus Isu Logistik Laut dalam Port State Control Committee

Indonesia melalui Kemenhub berharap Technical Working Group (TWG 14) dan Port State Control Committee (PSCC 31) bisa memberikan manfaat pengiriman logistik via laut.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 18 Januari 2021  |  13:09 WIB
Ilustrasi kapal kontainer -  Bloomberg
Ilustrasi kapal kontainer - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia berharap Technical Working Group (TWG 14) dan Port State Control Committee (PSCC 31) bisa memberikan manfaat bagi industri pelayaran khususnya pengiriman logistik via laut, khususnya bagi anggota Tokyo MoU.

Kementerian Perhubungan melalui Direktur KPLP Ditjen Perhubungan Laut Ahmad mengatakan acara rutin tahunan ini menyoroti isu keselamatan dan keamanan pelayaran khususnya di wilayah Asia Pasifik.

Pertemuan TWG membahas hal-hal yang berkaitan dengan prosedur dan pedoman teknis Port State Control (PSC), Kampanye Inspeksi Terkonsentrasi, sistem informasi dan pertukaran informasi, evaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh kelompok teknis lintas sektor dan kegiatan kerja sama teknis.

“Meski ada keterbatasan pertemuan [akibat pandemi], diharapkan dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk industri pengiriman dunia, serta anggota Tokyo MoU khususnya. Batasan [karena pandemi] tidak akan menghalangi kami untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas dan bermanfaat,” kata Heru dalam siaran pers, Senin (18/1/2021).

Dia menuturkan saat ini anggota yang tergabung dalam Tokyo MoU berjumlah 21 negara Asia Pasifik. Semua negara tersebut mempunyai dan berpegang pada pedoman yang sama di bawah naungan Tokyo MoU yang diakui secara internasional. Keanggotaan Indonesia di Tokyo MoU juga membuat pelabuhan di Indonesia terbuka bagi kapal-kapal asing.

“Kami masih mengikuti prosedur inspeksi seperti yang telah tertuang dalam pedoman Tokyo MoU. Jadi harapan kota, Indonesia sebagai salah satu anggota dapat menciptakan dunia maritim yang memenuhi standar kelaiklautan, keamanan dan perlindungan maritim yang diharapkan,” ujarnya.

Sementara, Pelaksana Tugas Kasi Kecelakaan Kapal dan Pemeriksaan Kapal Agus P. Imantoro menjelaskan TWG ini bertujuan untuk mencegah dan mengurangi segala bentuk pelanggaran keamanan pelayaran yang juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Contohnya adalah kapal yang tidak memenuhi standar.

“Intinya bahwa Tokyo MoU ini kerja sama maritim di Asia Pasifik, tujuannya untuk secara umum mengurangi kapal-kapal yang di pelayaran itu sub standar atau dari aspek kelautan dikurangi,” jelasnya.

Sebagai informasi, Tokyo MoU adalah organisasi PSC yang terdiri dari negara-negara anggota di Asia Pasifik. Organisasi ini bertujuan mengurangi pengoperasian kapal di bawah standard internasional lewat kerja sama kontrol di masing-masing negara anggota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top