Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Neraca Dagang Surplus US$21,7 Miliar, Jokowi : Ini Momentum

Besarnya surplus neraca dagang dicapai pada 2020 dinilai sebagai indikasi mulai pulihnya ekonomi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  23:26 WIB
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyatakan surplus neraca dagang yang mencapai US$2,1 miliar pada Desember 2020, adalah momentum yang harus dijaga. Hal ini juga dipandang sebagai sinyal mulai pulihnya ekonomi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca dagang ini disebabkan oleh nilai ekspor yang lebih besar ketimbang realisasi impornya. Pada Desember 2020, ekspor tercatat senilai US$16,54 miliar sedangkan impornya US$14,44 miliar.

Adapun secara keseluruhan, neraca dagang Indonesia surplus US$21,7 miliar sepanjang 2020. Ini merupakan surplus terbesar selama 9 tahun terakhir.

Jokowi menyatakan surplus yang dicapai memberikan optimisme, setelah pada tahun sebelumnya neraca dagang Indonesia defisit. Surplus ini pun diharapkan berlanjut pada 2021, dengan nilai yang lebih besar.

Meski demikian, dia mengatakan pemerintah maupun industri keuangan tak boleh cepat berpuas diri.

“Tapi hati-hati, kita jangan cepat berpuas diri. Terus bekerja meningkatkan realisasi. Ini momentum harus terus kita jaga, optimisme harus dikelola dengan baik,” tutur Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, seperti dilansir Tempo, Jumat (15/1/2021).

Secara khusus, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta untuk menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat terhadap sektor keuangan. Lembaga itu diwanti-wanti untuk mengantisipasi munculnya praktik keuangan yang merugikan masyarakat.

“Kita harus membangun sistem internal yang baik sehingga meningkatkan kepercayaan internasional ke industri keuangan kita,” sambung Jokowi.

Indikasi lain dari mulai pulihnya ekonomi yang disebut Kepala Negara adalah pertumbuhan realisasi investasi sebesar 8,9 persen hingga September 2020, mencapai Rp611,6 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Neraca Perdagangan

Sumber : Tempo

Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top