Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Australia Bakal Terkerek Kenaikan Biaya Penitipan Anak

Kenaikan dalam biaya perawatan anak akan menambah sekitar 0,3 poin persentase ke indeks harga konsumen dalam tiga bulan terakhir tahun 2020, Biro Statistik Australia mengatakan Kamis (14/1/2021).
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  09:50 WIB
Tanda layanan publik mengenai jarak sosial ditampilkan di halte trem saat lockdown akibat pandemi corona di Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Autstralia pada 23 Maret 2020./Blomberg - Carla Gottgens
Tanda layanan publik mengenai jarak sosial ditampilkan di halte trem saat lockdown akibat pandemi corona di Melbourne, ibu kota Negara Bagian Victoria, Autstralia pada 23 Maret 2020./Blomberg - Carla Gottgens

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga konsumen Australia akan terangkat oleh lonjakan biaya penitipan anak, di tengah penurunan harga sewa hingga kenaikan harga makanan jadi.

Kenaikan dalam biaya perawatan anak akan menambah sekitar 0,3 poin persentase ke indeks harga konsumen dalam tiga bulan terakhir tahun 2020, Biro Statistik Australia mengatakan Kamis (14/1/2021). Biro Statistik Australia (ABS) akan mengeluarkan data pada 27 Januari 2021.

"Kuartal Desember akan melihat Perawatan Anak kembali ke level sebelum Covid-19, menyusul peningkatan yang signifikan pada kuartal September," kata ABS.

Seperti diketahui pada kuartal ketiga yang berakhr September, pemerintah mmemberlakukan penitipan anak gratis selama delapan hari pada awal Juli dan pengaruh pembatasan tahap empat di Melbourne.

ABS menambahkan kenaikan berikutnya mencerminkan biaya yang dibebankan untuk seluruh kuartal dan tingkat kehadiran yang lebih tinggi di Melbourne

Pembuat kebijakan Australia telah berjuang untuk mengembalikan inflasi ke target 2-3 persen bank sentral karena pertumbuhan upah tetap lemah. Sementara itu, harga sewa turun karena orang-orang di daerah dalam kota melarikan diri ke luar.

Sebaliknya, rumah tangga yang diuangkan telah menghabiskan banyak uang untuk perbaikan rumah dan restoran, sementara kafe telah menaikkan harga mereka untuk mengimbangi jumlah pelanggan yang dibatasi.

ABS mencatat bahwa tindakan pemerintah untuk membantu rumah tangga selama pemulihan berdampak langsung pada CPI. Ini mengutip hibah HomeBuilder A$25,000 (US$19,400), dan hibah serupa A$20,000 yang diperkenalkan oleh pemerintah negara bagian Australia Barat dan Tasmania untuk mendukung pembangunan perumahan.

“Hibah kepada konsumen untuk pembangunan rumah baru dan renovasi besar-besaran berdampak pada penurunan pembelian hunian baru oleh seri pemilik-penghuni dalam IHK,” kata biro tersebut.

Reserve Bank of Australia, yang memangkas suku bunga utamanya menjadi 0,10 persen pada November, menegaskan tidak berencana untuk memperketat biaya pinjaman sampai inflasi dapat dipertahankan dalam target.

Hal itu mungkin membutuhkan pertumbuhan upah yang kuat yang berasal dari pasar tenaga kerja yang ketat. Target yang sulit tercapai karena tingkat pengangguran di 6,8 persen.

Upayanya untuk menekan inflasi menjadi lebih menantang karena kenaikan pajak tembakau sebesar 12,5 persen selama empat tahun terakhir telah berakhir. Pajak tembakau ini sebelumnya berkontribusi sekitar 0,4 poin persentase ke inflasi setiap tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi australia

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top