Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Covid-19 Didistribusikan, Ini Indikator Kemanjuran Vaksinasi

Benefit vaksin Covid-19 terhadap seluruh populasi tidak akan maksimal jika tidak mencapai level memberikan herd immunity kepada masyarakat.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  18:47 WIB
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, 6 Desember 2020. - Istimewa
Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu malam, 6 Desember 2020. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Vaksin CoronaVac yang telah terdistribusi ke provinsi-provinsi di Tanah Air harus dipastikan terjaga kualitasnya di tiap-tiap fasilitas kesehatan tempat penyimpanan guna menjamin keamanan, mutu, dan khasiat. 

Penjagaan keamanan, mutu, dan khasiat vaksin yang telah didistribusikan tersebut pun dinilai vital lantaran ikut menjadi indikator yang menentukan efektivitas program vaksinasi.

"Hal yang menentukan efektivitas program vaksinasi nasional, di antaranya, terjadinya penurunan angka infeksi, angka pasien yang dirawat, dan penurunan penderita kategori berat," ujar epidemiolog FKKMK Universitas Gadjah Mada Jarir At Thobari dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/1/2021).

Dia menambahkan, benefit vaksin Covid terhadap seluruh populasi tidak akan maksimal jika tidak mencapai level memberikan herd immunity kepada masyarakat.

Dengan demikian, diperlukan dukungan yang total terhadap program vaksinasi, termasuk menjaga keamanan, mutu, dan khasiat vaksin yang telah terdistribusi.

Sebelumnya, perihal keamanan, khasiat, dan mutu vaksin Covid-19 CoronaVac yang telah didistribusikan provinsi-provinsi di Tanah Air dijamin Badan Pengawasan Obat dan Makan (BPOM) melalui sejumlah prosedur pengawasan.

Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan pengawasan dilakukan terhadap fasilitas kesehatan melalui sejumlah prosedur, dengan mengambil sampel berdasarkan risiko di fasilitas kesehatan yang dimonitor oleh badan tersebut.

"Kalau ada apa-apa, kami akan memberikan warning dan rekomendasi jika ada hal-hal yang harus diperbaiki, termasuk penyesuaian standar fasilitas," ujar Penny dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/1/2021).

Secara keseluruhan, BPOM melakukan pengawasan mulai dari proses produksi, kondisi di sepanjang jalur pendistribusian, terhadap Bio Farma selaku distributor, serta fasilitas layanan kesehatan di seluruh provinsi Tanah Air.

Sebagai informasi, BPOM secara resmi telah mengeluarkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin CoronaVac produksi Sinovac.

Penny mengatakan EUA vaksin CoronaVac dikeluarkan berdasarkan sejumlah pertimbangan, antara lain telah selaras dengan panduan World Health Organization (WHO), bukti ilmiah khasiat dan mutu cukup, manfaat lebih besar dibandingkan dengan risiko, serta belum adanya obat alternatif lain.

"BPOM menerapkan EUA atau persetujuan penggunaan vaksin CoronaVac dalam kondisi darurat. Secara, internasional kebijakan ini selaras dengan panduan WHO dan dapat diterapkan dalam keadaan darurat masyarakat," ujar Penny.

Vaksin CoronaVac memiliki tingkat efikasi 65,3 persen berdasarkan uji klinis di Indonesia, 91,25 berdasarkan uji klinis di Brazil, dan 78 persen berdasarkan uji klinis di Turki.

Adapun, pada uji klinis fase 3 di Bandung, setelah 14 hari pasca disuntikan, kemampuan vaksin CoronaVac dalam membentuk antibodi adalah 99,74 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekebalan Sinovac Vaksin Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top