Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Boeing Rilis Pernyataan Resmi terkait Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182

Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182 merupakan pesawat bertipe Boeing 737-500, bagian dari seri 737 Classic.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  11:38 WIB
Boeing 737-8.  - Boeing
Boeing 737-8. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen pesawat asal Amerika Serikat Boeing merilis pernyataan resmi terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 pada Sabtu (9/1/2021).

Kecelakaan tersebut melibatkan pesawat buatan Boeing, yaitu tipe Boeing 737-500, bagian dari seri 737 Classic.

Dilansir dari pernyataan resmi, Boeing menyatakan pihaknya telah mengetahui pemberitaan media dari Jakarta terkait penerbangan Sriwijaya Air SJ-182

"Doa kami bersama kru, penumpang, dan para keluarga," demikian keterangan dari Boeing yang dirilis pada Sabtu (9/1/2021).

Perusahaan tersebut juga menyatakan terus berkomunikasi dengan maskapai dan siap memberikan dukungan pada masa sulit ini.

Adapun, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.14 WIB. Pesawat ini memiliki tujuan Bandara Supadio, Pontianak dan direncanakan tiba pada pukul 15.50 WIB.

Pada awalnya, SJ182 dijadwalkan lepas landas pada 13.25 WIB dan tiba pada 15.00 WIB.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan pesawat yang lost contact memiliki nomor pesawat SJY182, tipe B737-500, nomor registrasi PKCLC, dan route WIII-WIOO.

Pesawat itu terakhir kali kontak di utara Cengkareng pukul 7.40 UTC, ketinggian di antara 11.000 dan saat itu akan naik di ketinggian 13.000 kaki.

Seri 737 Classic merupakan pesawat berbadan sempit paling populer, terdiri dari seri 737-300, 737-400,dan 737-500. Dilansir dari simpleflying.com, pesawat pertama 737-500 mengudara pertama kali pada 1989. Maskapai Southwest Airlines merupakan yang pertama memesan dan menerbangkan pesawat jenis ini.

Seri 737-500 diperkenalkan saat itu untuk menggantikan seru 735-500. Seri ini mampu terbang lebih jauh tapi tetap efisien dengan kapasitas pesawat yang lebih sedikit. Meski buatan Amerika Serikat, pesawat jenis ini juga banyak disukai maskapai asal Rusia.

Menurut Airwaysmag, Boeing 737-500 memasuki masa pensiun paling masif pada 2012 atau rata-rata setelah 21 tahun sejak pertama kali mengudara. Tidak seperti 737-300 yang banyak disukai untuk dikonversi jadi pesawat kargo, 737-500 sepi dari permintaan semacam itu.

Maskapai Southwest Airlines yang pertama kali menerbangkan 737-500 tidak lagi menerbangkan pesawat ini selepas 5 September 2016. Maskapai terakhir kali menerbangkan 737-500 pada penerbangan 377 dari El Paso ke Dallas.

Sementara flightradar, pesawat Sriwijaya SJY 182 dengan nomor registrasi PK-CLC (MSN 27323) pertama kali terbang pada Mei 1994. Dengan kata lain pesawat yang hilang kontak itu sudah beroperasi 26 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat sriwijaya air boeing kecelakaan pesawat pesawat jatuh
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top