Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cari Pesawat Sriwijaya SJY 182, Menhub Sebut 4 Kapal Sudah di TKP

Berbagai armada dikerahkan untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJY 182 yang hilang kontak. Pesawat diduga jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  19:53 WIB
Pesawat Sriwijaya Air, berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Pesawat Sriwijaya Air, berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melansir telah mengerahkan armada untuk mencari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 yang hilang kontak sejak pukul 14.40 WIB. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan armada yang dikerahkan berasal dari kapal milik Basarnas, Kepolisian, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) secara intensif. Pesawat diduga jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

 “Arahan Presiden, upaya pencarian akan dimaksimalkan dengan petugas dari KNKT sebanyak empat kapal sudah berada di TKP,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (9/1/2021).

Dia menambahkan pesawat Sriwijaya Air hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Supadio, Pontianak. Pesawat jenis Boeing 737-500 itu menjauh dari rute kemudian hilang dari radar. Pesawat itu menampung 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Kepala Basarnas Bagus Puruhito  menambahkan pihaknya langsung melakukan cek silang begitu ada informasi kehilangan kontak pesawat Sriwijaya SJY 182. “Kami kerahkan 4 kapal, sea rider, dan kapal karet. Beberapa kapal sudah di TKP,” tuturnya.

Untuk diketahui, menurut FlightRadar 24, penerbangan Sriwijaya Air SJ182 dari Jakarta ke Pontianak dijadwalkan berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 13:40 WIB dan take-off sekitar pukul 14:36 WIB. Penerbangan sejauh 452 mil ini diperkirakan memakan waktu selama 95 menit.

Adita Irawati, juru bicara Kementerian Perhubungan Indonesia, mengatakan kepada South China Morning Post sebelumnya bahwa mereka sedang menyelidiki dan berkoordinasi dengan Basarnas dan KNKT.

“Kami akan merilis lebih banyak informasi segera setelah ada perkembangan,” ujarnya.

Dilansir melalui Independent, airfleets.net menunjukkan pesawat tersebut dikirim ke Continental Airlines di AS pada Mei 1994 dan bergabung dengan armada Sriwijaya Air pada 2012.

Sriwijaya Air adalah maskapai yang beroperasi dengan Boeing 737. Menurut airfleets.net saat ini maskapai hanya mengoperasikan sembilan pesawat yang terdiri dari tiga pesawat seri -500, lima pesawat seri -800 dan satu pesawat seri -900.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat sriwijaya air Kemenhub
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top