Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luhut Dorong Wisata Domestik, Sandiaga Viralkan Tagar DiIndonesiaAja

Kampanye tersebut diharapkan mampu mendongkrak angka perjalanan domestik dan pengeluaran perjalanan wisatawan nusantara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Januari 2021  |  14:43 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Bali, Minggu (27/12 - 2020). / Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Bali, Minggu (27/12 - 2020). / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendorong kampanye Bangga Berwisata di Indonesia sebagai upaya pemerintah mempercepat pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Luhut mengatakan kampanye tersebut diharapkan mampu mendorong rasa bangga atas wisata dalam negeri sehingga bisa mendongkrak angka perjalanan domestik dan pengeluaran perjalanan wisatawan nusantara.

"Kalau kita lihat permasalahan utama adalah turunnya angka perjalanan domestik dan berkurangnya nilai pengeluaran per perjalanan oleh wisatawan nusantara. Nah, tujuan kebijakannya adalah untuk membangun rasa bangga dan kepemilikan atas kegiatan berwisata di dalam negeri, sehingga mendorong masa tinggal yang lebih lama dan pengeluaran yang lebih tinggi," kata Menko Luhut, dilansir dari Antara, Kamis (7/1/2021).

Menurutnya, kampanye Bangga Berwisata di Indonesia merupakan program yang disiapkan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Tentunya, program tersebut diharapkan bisa berjalan baik jika diikuti dengan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Berkaitan dengan hal itu, Luhut juga meminta pembangunan pada lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dipercepat.

"Perkiraan wisata domestik akan mengalami pemulihan 1-2  tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisata internasional akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023. Oleh karena itu pembangunan pada lima DPSP harus dipercepat sehingga ketika pariwisata kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas," jelasnya.

Ia mengatakan pandemic telah menyebabkan pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas luar ruang dan aktivitas olahraga. Ia pun menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus.

Nantinya, kampanye Bangga Berwisata di Indonesia akan disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Senada, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sepakat bahwa Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dengan Bangga Berwisata di Indonesia dapat diselaraskan dalam satu narasi. Penggunaan tagar #DiIndonesiaAja dapat menjadi salah satu kampanye atau top of mind yang dapat didorong ke depan.

"Konteks kondisi pariwisata wisata kita sekarang 70 persen turun yang sejalan dengan global. Kepercayaan untuk travel saat ini memang rendah. Oleh karena itu, kita melihat pandemi menciptakan tren baru. Pemulihan wisata harus berfokus pada wisatawan nusantara, karena kalau bukan kita, siapa, dan kapan lagi," kata Sandiaga.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, pemulihan pariwisata akan dilakukan di lima DPSP sekaligus dilakukan trial run, di mana akan diturunkan pula produk ekonomi kreatifnya serta upaya untuk terus berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan konsep Bangga Berwisata di Indonesia.

"Target untuk #DiIndonesiaAja ini adalah kaum milenial dan menurut saya langkah ini baik dan tentunya harus bersandingan dengan BBI [Bangga Buatan Indonesia]. Jadi ekonomi kreatif 17 subsektor itu kami persiapkan juga," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata sandiaga uno Luhut Pandjaitan

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top