Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! Kinerja Wisata di Bali, Labuan Bajo, dan Mandalika Anjlok

Kemenparekraf menyebut tiga destinasi, yakni Bali, Labuan Bajo, dan Mandalika mengalami penurunan kinerja wisata usai adanya ketentuan wajib rapid test antigen.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Januari 2021  |  15:32 WIB
Sejumlah kapal siap bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah kapal siap bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Ketentuan wajib PCR dan rapid antigen oleh pemerintah yang disusul dengan aksi pembatalan tiket pesawat yang dilakukan oleh sebagian calon wisatawan domestik (wisdom) membuat jumlah kunjungan serta tingkat okupansi hotel di sejumlah destinasi utama anjlok selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Hari Santosa Sungkari mengatakan dampak penurunan tersebut dialami oleh sejumlah destinasi wisata, di antaranya Bali, Labuan Bajo, dan Mandalika.

Dia mengatakan sebagian hotel di Provinsi Bali tidak beroperasi pada masa liburan Nataru kemarin. Adapun, untuk sebagian hotel yang masih beroperasi tingkat okupansi hanya berkisar di level 30 persen.

"Hal yang sama juga dialami oleh tempat usaha lain, salah satunya pusat perbelanjaan. Banyak tempat usaha yang tidak beroperasi selama libur Nataru, termasuk di area wisata utama seperti Kuta," ujar Hari kepada Bisnis.com, Minggu (3/1/2021).

Namun, dia tidak menyebutkan secara spesifik jumlah tempat usaha yang tutup di Bali selama masa liburan nataru.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), jumlah kedatangan wisdom di Bandara Ngurah Rai Bali mengalami penurunan pada akhir Desember 2020.

Tingkat kedatangan paling tinggi pada masa liburan nataru terjadi pada 24 Desember, yakni 10.327 orang. Naik dari 23 Desember dengan kunjungan sebanyak 9.263. Penurunan langsung terjadi satu hari berikutnya (25/12/2020) menjadi 8.000 orang.

Menjelang masa liburan nataru sebelum dilakukan pengetatan, jumlah kunjungan di Ngurah Rai Bali tercatat lebih tinggi. Pada 13 Desember terdapat sekitar 10.000 orang dan 17 Desember sebanyak 17.000 orang. Kendati demikian, penurunan yang terjadi tidak sedrastis perkiraan awal.

Selain pesawat, terdapat sekitar 19.000 orang yang masuk ke Bali via Gilimanuk pada 24 Desember. Secara total, jumlah wisdom yang menggunakan kendaraan jalur darat yang masuk ke Bali via Gilimanuk berjumlah 75.000 orang.

Sementara itu, destinasi wisata utama lainnya, yakni Labuan Bajo dan Mandalika, mengalami nasib yang tidak lebih baik dari Bali. Hari mengatakan ada dua kendala di destinasi tersebut, yaitu harga tiket yang mahal dan minimnya amenitas.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top