Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ganti Tahun, Stok Pupuk Nasional di Atas Ketentuan

Pupuk Indonesia meminta seluruh anak perusahaan tetap fokus memperkuat ketersediaan stok pupuk serta kelancaran distribusi hingga pengujung 2020, guna memenuhi kebutuhan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 01 Januari 2021  |  20:41 WIB
Gudang Pupuk. Untuk penebusan pupuk oleh petani pada Januari 2021, para petani diimbau memeriksa ulang atau meyakinkan kembali apakah masih ada kuota pupuk sesuai e-RDKK-nya.  - Pupuk Indonesia
Gudang Pupuk. Untuk penebusan pupuk oleh petani pada Januari 2021, para petani diimbau memeriksa ulang atau meyakinkan kembali apakah masih ada kuota pupuk sesuai e-RDKK-nya. - Pupuk Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai induk holding BUMN industri pupuk, telah meminta seluruh anak perusahaan tetap fokus memperkuat ketersediaan stok pupuk serta kelancaran distribusi hingga pengujung 2020, guna memenuhi kebutuhan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kondisi stok para produsen pupuk selalu tersedia di atas ketentuan yang ditetapkan, sangat cukup hingga akhir tahun. Hasil dari monitoring, distribusi pun masih terjaga kelancarannya," kata Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana, Kamis (31/12/2020).

Stok pupuk secara nasional yang tersedia saat ini mencapai 1.3 juta ton, terdiri dari 676.648 ton Urea, 451.932 ton NPK, 96.121 ton SP-36, 58.529 ton ZA, dan 99.228 ton organik. Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua bulan, dan tersedia pada lini III (gudang kabupaten) hingga lini IV (kios-kios).

Pupuk Indonesia juga meminta para produsen agar selalu menjaga ketersediaan pupuk nonsubsidi guna mengantisipasi kebutuhan para petani yang kekurangan atau kehabisan alokasi. Tercatat, stok nasional pupuk nonsubsidi tersedia sekitar 750 ribu ton.

Perseroan mencatatkan bahwa hingga 27 Desember 2020, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 8,53 Juta Ton dari total alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020 yang mencapai 8,9 juta ton. Realisasi penyaluran tersebut terdiri dari 3,89 juta ton Urea, 2,65 juta ton NPK, 576 ribu ton SP-36, 791 ribu ton ZA, dan 621 ribu ton organik.

Wijaya menegaskan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani berdasarkan elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK) dan sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk penebusan pupuk oleh petani pada Januari 2021, para petani diimbau memeriksa ulang atau meyakinkan kembali apakah masih ada kuota pupuk sesuai e-RDKK-nya.

Sedangkan untuk para kepala dinas pertanian kabupaten/kota diminta bersiap-siap untuk membagi alokasi per kabupaten dan per kecamatan ketika Menteri Pertanian menerbitkan alokasi pupuk untuk tahun anggaran 2021 melalui Peraturan Menteri Pertanian yang biasanya terbit di akhir tahun.

"Penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan perseroan secara tertutup sesuai alokasi dan hanya kepada para petani yang terdaftar dalam Kelompok Tani dan teregistrasi dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang dikelola Kementerian Pertanian," kata Wijaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pupuk Indonesia Stok pupuk
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top