Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Luar Dugaan, Penjualan Ritel AS Naik Tipis Berkat Belanja Online

Total penjualan ritel tumbuh 3 persen selama periode liburan yang diperpanjang menjadi 75 hari, dibandingkan perkiraan 2,4 persen, menurut Mastercard SpendingPulse yang melacak penjualan ritel online dan di dalam toko di semua metode pembayaran.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Desember 2020  |  12:55 WIB
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Kota New York, AS - Bloomberg
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Kota New York, AS - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan musim liburan AS mengalahkan ekspektasi pesimis untuk tahun pandemi ini seiring dengan belanja online yang melonjak.

Total penjualan ritel tumbuh 3 persen selama periode liburan yang diperpanjang menjadi 75 hari, dibandingkan perkiraan 2,4 persen, menurut Mastercard SpendingPulse yang melacak penjualan ritel online dan di dalam toko di semua metode pembayaran.

Angka tersebut jauh lebih baik daripada penurunan 3,5 persen yang tercatat selama 2008, resesi AS terakhir.

"Ini angka yang sangat sehat mengingat tantangan pandemi virus Corona," kata Steve Sadove, penasihat senior untuk Mastercard dan mantan CEO Saks Inc. dalam sebuah wawancara yang dikutip dari Bloomberg.

"Itu menunjukkan kepada saya bahwa konsumen Amerika sangat tangguh," tambahnya.

Penjualan online naik 49 persen dari tahun lalu, menurut laporan Mastercard.

E-commerce sekarang menyumbang satu dolar dari lima dolar, naik dari sekitar 13 persen dari keseluruhan pengeluaran ritel pada 2019.

Tahun ini, Mastercard mengukur pengeluaran selama periode liburan yang diperpanjang, dari 11 Oktober hingga 24 Desember, karena banyak pengecer memulai musim penjualan lebih awal untuk membubarkan kerumunan.

Dalam periode liburan tradisional dari awal November hingga Malam Natal, di mana penjualan tumbuh 2,4 persen.

Kategori terkait keperluan rumah, yang telah menjadi unggulan selama pandemi karena konsumen berbelanja secara royal di tempat tinggal mereka, mengalami pertumbuhan terkuat.

Furnitur dan perabot naik 16 persen dan produk perbaikan rumah naik 14 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Sektor terlemah adalah pakaian jadi dan mewah, masing-masing turun 19 persen dan 21 persen.

Performa toko-toko ritel masih tertinggal karena keengganan pembeli untuk mengunjungi mal. Total penjualan ritel di toko ritel turun 10 persen selama musim yang diperpanjang, dengan pertumbuhan belanja online tumbuh tipis sebesar 3 persen.

Untuk pembeli, Sadove memperkirakan lebih sedikit promosi akhir tahun karena pengecer telah mengumpulkan inventaris rendah tahun ini. Itu akan menguntungkan margin keuntungan mereka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat ritel belanja online e-commerce

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top