Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dilarang Terbang Pemprov Kalbar, Ini Kata Batik Air

Larangan terbang untuk dua maskapai di rute Jakarta-Pontianak diprotes Indonesia National Air Carriers Association. Pihak Pemprov Kalimantan keukeuh larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah penularan virus corona. Lantas, apa kata Batik Air?
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 26 Desember 2020  |  10:00 WIB
Pesawat Batik Air di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (14/2/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Pesawat Batik Air di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (14/2/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Barat memberikan sanksi larangan terbang bagi dua maskapai, Batik Air dan AirAsia.

Sanksi untuk Batik Air ini setelah Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja mengirim surat kepada pemerintah perihal larangan terbang bagi dua maskapai di rute Jakarta-Pontianak.

"Dapat kami sampaikan bahwa maskapai AirAsia dan Batik Air tidak layak mendapatkan sanksi larangan terbang akibat penumpang teridentifikasi positif Covid-19," kata Denon dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Koordinator, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Kepala Satuan Tugas Covid-19 yang Bisnis terima Jumat (25/12/2020).

Menurut INACA, maskapai maupun pengelola bandara tidak memiliki tanggung jawab atas pemeriksaan calon penumpang terhadap status kesehatan dan Covid-19. INACA menegaskan seharusnya sanksi hanya dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan sebagai pemilik kewenangan.

"Petugas KKP di bawah Kemenkes yang memiliki tanggung jawab atas prosedur tersebut," katanya.

Di lain pihak, Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro belum bisa memberikan tanggapan terkait larangan tersebut.

"Mengenai hal tersebut, saya belum bisa memberikan keterangan. Terkait pelarangan, boleh dikonfirmasi ke pihak terkait ya," ujar Danang kepada Bisnis, Sabtu (26/12/2020).

Meski begitu, Batik Air sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan tertulis bahwa pasien terinfeksi Covid-19 ditemukan dalam penerbangan ID-6220 pada Senin (22/ 12) rute Jakarta - Pontianak melalui Bandar Udara Internasional Supadio di Kubu Raya, Kalimantan Barat (PNK).

Danang menyebutkan sesuai persyaratan perjalanan udara, para penumpang yang akan bepergian menggunakan pesawat udara telah menjalani pemeriksaan uji kesehatan di instansi kesehatan dan telah ditandatangani oleh medis. Dalam hal ini, Batik Air tidak melakukan uji kesehatan kepada setiap tamu.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dalam keterangan di laman resmi facebook menyebut, maskapai penerbangan dilarang terbang ke Pontianak selama sepuluh hari. Keputusan itu dilakukan setelah diketahui ada lima penumpang yang positif setelah menjalani tes usap secara acak.

Gubernur yang akra disapa Bang Midji itu tidak menulis secara gamblang maskapai yang dimaksud. Namun dia menekankan, sanksi larangan terbang dimaksudkan untuk mencegah penularan virus corona di Kalimantan Barat. Larangan terbang itu juga hanya berlaku untuk rute Jakarta-Pontianak sedangkan penerbangan dari Pontianak tidak dilarang.

Sutarmidji yang juga Ketua Satgas Covid-10 Kalimantan Barat menuding surat keterangan yang dibawa penumpang palsu. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak operator bandara, dan KKP Bandara

"Sebagai Ketua Satgas saya akan ketat dan masuk Kalbar sampai dengan tanggal 8 Januari 2021 harus dengan surat bebas Covid melalui tes swab PCR," tukasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air kalbar batik air Covid-19
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top