Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berbagai Negara Alami Gelombang Lanjut Covid-19, Airlangga Sebut Indonesia Beda

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa di beberapa negara sedang mengalami gelombang kedua Covid-19. Bahkan ada pula terancam yang ketiga dalam penyebarannya.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 25 Desember 2020  |  09:58 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui pekerja penerima subsidi gaji di Istana Merdeka, Jakarta (27/8 - 2020) / Youtube Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui pekerja penerima subsidi gaji di Istana Merdeka, Jakarta (27/8 - 2020) / Youtube Sekretariat Presiden.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meyakini pandemi Covid-19 belum akan berakhir dalam waktu dekat karena penyebarannya terus terjadi di berbagai belahan dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa di beberapa negara sedang mengalami gelombang kedua Covid-19. Bahkan ada pula terancam yang ketiga dalam penyebarannya.

"Kebetulan di negara lain ada musim dingin Karena suhu yang rendah ini sangat berbahaya untuk Covid-19. Karena kita tropical [negara tropis], situasinya berbeda," katanya pada diskusi virtual.

Airlangga menjelaskan bahwa vaksin menjadi pekerjaan rumah khususnya pada 2021. Pelaksanaan, jadwal, hingga distribusinya tengah disusun.

Saat ini, Indonesia telah mengimpor 1,2 juta vaksin dengan merk Sinovac. Obat dari Cina tersebut akan datang lagi 1,8 juta buah bulan depan.

"Vaksinasi jadi prioritas bagi pemerintah. Dan kita sedang menyiapkan detailnya sambil menunggu izin yang diberikan oleh BPOM [Badan Pengawas dan Obat], yaitu emergency use authorization," jelasnya. 

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengumumkan pemberian vaksin dilakukan tanpa dipungut biaya. Hal itu dilakukan setelah pemerintah menerima banyak masukan dari masyarakat terkait program vaksinasi.

"Setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan setelah melakukan kalkulasi ulang dan perhitungan ulang mengenai keuangan negara dapat saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis tidak dikenakan biaya sama sekali," katanya, Rabu (16/12/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto Virus Corona
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top