Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tes Antigen Jadi Normal Baru, Segmen Pasar Industri Pariwisata Diperkirakan Berubah

Rapid tes antigen tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat kelas menengah ke atas. Bagi kalangan menengah ke bawah, akan sangat bergantung kepada pemulihan ekonomi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  15:45 WIB
Ilustrasi - Candi Ratu Boko. Pemerintah pusat dan provinsi mengharuskan masyarakat melakukan rapid test antigen terkait dengan kunjungan akhir tahun. - TWC
Ilustrasi - Candi Ratu Boko. Pemerintah pusat dan provinsi mengharuskan masyarakat melakukan rapid test antigen terkait dengan kunjungan akhir tahun. - TWC

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, GIPI, memperkirakan bakal terjadi perubahan segmen pasar sektor pariwisata pada 2021.

Hal itu diperkirakan terjadi seiring dengan adanya kewajiban rapid tes antigen yang menambah ongkos masyarakat jika ingin berwisata.

Ketua Umum GIPI Didien Djunaedi mengatakan rapid tes menggunakan antigen akan menjadi normal baru bagi industri pariwisata tahun depan.

Seiring dengan bertambahnya biaya, jumlah wisatawan dari masyarakat kalangan menengah ke bawah akan sangat bergantung kepada proses pemulihan ekonomi.

"Rapid tes antigen tidak akan menjadi masalah bagi masyarakat kelas menengah ke atas. Bagi kalangan menengah ke bawah, akan sangat bergantung kepada pemulihan ekonomi. Jadi, bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah sangat vital untuk membuka kesempatan berwisata bagi masyarakat kalangan tersebut," ujar Didien kepada Bisnis.com, Kamis (24/12/2020).

Berdasarkan hasil pemantauan GIPI di sepanjang liburan akhir tahun, Didien mengatakan cukup banyak wisatawan dari Jakarta dengan kendaraan jalur darat yang menjalankan tes rapid antigen. Namun, Didien belum bisa memberikan angka spesifik terkait dengan hal tersebut.

Kendati demikian, Didien tidak menetapkan target muluk-muluk dari peningkatan volume kendaraan jalur darat yang keluar dari wilayah DKI Jakarta selama periode 23 - 27 Desember 2020.

Dia mengatakan dampak peningkatan pergerakan manusia pada akhir tahun terhadap sektor pariwisata masih sangat sulit diprediksi lantaran masyarakat tidak hanya melakukan kunjungan wisata, melainkan juga mudik.

Sebagai informasi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. memprediksi jumlah kendaraan yang keluar Jakarta selama periode 23 - 27 Des 2020, akan mengalami kenaikan hingga sebesar 15,4 persen dibandingkan dengan hari biasa.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menyampaikan angka perkiraan kendaraan yang keluar Jakarta akan mencapai 842.300.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top