Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos BI Beberkan 3 Sumber Pertumbuhan Ekonomi di 2021

Ketiga sumber pertumbuhan ekonomi itu adalah ekspor, investasi dan konsumsi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  10:54 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan tiga sumber yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi hingga ke level 4,8-5,8 persen pada 2021.

Pertama, Perry optimistis kinerja ekspor pada tahun depan akan semakin membaik, yang didukung dengan perbaikan ekonomi global, khusunya negara mitra dagang utama Indonesia.

"Ekspor tahun depan akan semakin baik, ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi global yang akan membaik, seperti kami perirakan di 2021 tumbuh 5 persen," katanya, Selasa (22/12/2020).

Perry mencontohkan, ekonomi negara mitra dagang Indonesia yang akan meningkat signifikan adalah China yang ekonominya diperkirakan akan tumbuh 7,8 persen, serta Amerika Serikat yang diperkirakan tumbuh 4,3 persen.

Sumber pertumbuhan ekonomi kedua, kata Perry, adalah meningkatnya konsumsi, baik swasta maupun pemerintah. Dia mengatakan, bantuan pemerintah untuk perlindungan sosial juga akan terus mendukung daya beli masyarakat.

Sumber ketiga, Perry memperkirakan investasi pada 2021 akan terakselerasi, tercermin dari belanja pemerintah di bidang infrastruktur yang besar, juga didukung oleh implementasi UU Cipta Kerja.

BI memperkirakan inflasi pada 2021 akan meningkat pada kisaran 3 plus minus 2 persen, meningkat dari tahun ini yang diperkirakan akan rendah, yaitu kurang dari 2 persen.

Di samping itu, transaksi defisit berjalan (current account deficit/CAD) juga diperkirakan mencapai kisaran 1-2 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun depan, di mana pada tahun ini diprediksi CAD akan lebih rendah dari 1,5 persen PDB.

Perry juga memperkirakan fungsi intermediasi perbankan akan kembali meningkat pada kisaran 7 hingga 9 persen sejalan dengan membaiknya permintaan domestik, termasuk dunia usaha.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top