Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengetatan Impor Pangan China Dianggap sebagai Hambatan Dagang

Dalam pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) awal November, sejumlah negara dikabarkan mempertanyakan keabsahan pengujian yang dilakukan China.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 07 Desember 2020  |  18:09 WIB
Penjual menyusun dagangan ikan di Pasar Palima Palembang, Sumsel, Sabtu (3/10/2020).  - ANTARA
Penjual menyusun dagangan ikan di Pasar Palima Palembang, Sumsel, Sabtu (3/10/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan China yangmemperketat importasi pangan beku dari berbagai dunia dengan memberlakukan pengecekan jejak Covid-19 dipandang sebagai salah satu hambatan nontarif.

Kebijakan China ini  menimbulkan protes dari sejumlah negara pemasok bahan pangan ke Negara Tirai Bambu ini. 

“Bisa jadi ini salah satu strategi China untuk mengurangi impor pangan dan menggenjot permintaan domestik di tengah pelemahan permintaan di dalam negerinya,” kata ekonom senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati ketika dihubungi, Senin (7/12/2020).

Mengutip laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), impor China untuk produk perikanan selama 2019 mengalami lonjakan lebih dari 30 persen dengan nilai total US$15,44 miliar dibandingkan dengan 2018. Wabah demam babi Afrika (ASF) yang melanda peternakan babi di Negeri Panda mendorong impor produk protein lain termasuk pada daging sapi.

“Hal ini tidak lepas dari kebijakan penenggelaman kapal pada Menteri KKP sebelumnya yang memang akhirnya memaksa China impor dari Indonesia. Jangan sampai hambatan impor ini diikuti oleh meningkatnya penangkapan ikan ilegal di perairan kita,” lanjutnya.

Menyusul temuan jejak virus corona di produk yang dikirim Indonesia, Enny mengatakan pemerintah harus mengambil pendekatan bilateral. Terutama untuk memastikan pengecekan yang dilakukan China kredibel dari sisi kesehatan dan tidak dilakukan untuk menghalangi aktivitas perdagangan.

“Bisa saja alasan bisnis melatarbelakangi kebijakan ini,” lanjutnya.

Dalam pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) awal November, sejumlah negara dikabarkan memang mempertanyakan keabsahan pengujian yang dilakukan China.

Kanada bahkan menyebut tes nucleic acid pada produk pangan sebagai hambatan dagang yang tidak adil dan mendesak China memberikan bukti saintifik atas kebijakan yang diterapkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china industri perikanan Covid-19 Hambatan Perdagangan
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top