Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Temuan Vaksin Covid-19 Bisa Bawa India Bebas Resesi di Awal 2021

Berita vaksin baru-baru ini telah mendorong saham India ke rekor tertinggi berulang kali dan memicu harapan kenaikan aktivitas ekonomi.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 30 November 2020  |  09:49 WIB
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri saat berjalan melewati domba untuk melakukan verifikasi dari rumah ke rumah apabila ditemukan kasus atau gejala terkait Virus Corona di sebuah wilayah pemukiman di Ahmedabad, India, Kamis (23/4/2020). - Antara/Reuters
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri saat berjalan melewati domba untuk melakukan verifikasi dari rumah ke rumah apabila ditemukan kasus atau gejala terkait Virus Corona di sebuah wilayah pemukiman di Ahmedabad, India, Kamis (23/4/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi India diperkirakan akan pulih dari resesi pada awal tahun depan, meskipun bergerak dalam kecepatan sedang.

Dari jejak pendapat Reuters yang dikutip dari Mint, mayoritas ekonom melihat pemulihan ekonomi India ini didasarkan pada kemajuan vaksin Covid-19.

Berita vaksin baru-baru ini telah mendorong saham India ke rekor tertinggi berulang kali dan memicu harapan kenaikan aktivitas ekonomi.

Hal itu ditambah dengan permintaan yang mulai meningkat sehingga semakin meningkatkan optimisme di antara para ekonom selama sebulan terakhir.

Hampir dua pertiga responden, 26 dari 40 ekonom, meningkatkan proyeksi pertumbuhan setelah kabar kemajuan vaksin itu.

"Kami memperkirakan pemulihan pertumbuhan akan menguat dibantu oleh berlanjutnya normalisasi dalam aktivitas ekonomi karena data Covid-19 yang tetap jinak dan tidak memerlukan penutupan skala besar," kata Upasana Chachra, Kepala Ekonom India di Morgan Stanley, dikutip dari Mint.

"Kami juga mengasumsikan ketersediaan vaksin pada Q1/2021 akan membantu mengurangi risiko lanjutan dan mempercepat laju pembukaan ekonomi," ungkapnya.

Jajak pendapat 18-25 November 2020 dari hampir 50 ekonom menunjukkan ekonomi akan terkontraksi pada kuartal Juli-September dan Oktober-Desember yang masing-masing sebesar 8,8 persen dan 3 persen. Angka ini turun dibandingkan proyeksi sebelumnya, yakni -10,4 persen dan -5 persen bulan lalu.

Pada kuartal I/2021, ekonomi diperkirakan akan kembali tumbuh 0,5 persen dan keluar dari resesi. Namun, konsensus ekonom masih memperkirakan kontraksi sebesar -8,7 persen untuk tahun fiskal 2020.

Kemudian, ekonomi India diperkirakan akan meningkat masing-masing sebesar 9 persen dan 5,8 persen pada tahun fiskal 2022 dan 2023.

Kendati demikian, ekonomi India diperkirakan tidak akan kembali ke level sebelum Covid-19 dalam waktu dekat. Harapan ini sangat kontras dengan ahli strategi pasar saham, yang mengharapkan pendapatan perusahaan pulih dalam tahun depan.

Namun, pemulihan masih menghadapi beberapa risiko penurunan, termasuk ketersediaan dan distribusi vaksin kepada lebih dari 1,3 miliar orang di negara tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Resesi ekonomi india Vaksin Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top