Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Dikirim dari China

China Railway Nanning Group mengatakan bahwa batang rel dimuat ke sebuah kapal di Fangchenggang, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 30 November 2020  |  21:16 WIB
Pembangunan pier head Kereta Cepat Jakarta Bandung yang terletak di samping ruas jalan tol Jakarta/Cikampek
Pembangunan pier head Kereta Cepat Jakarta Bandung yang terletak di samping ruas jalan tol Jakarta/Cikampek

Bisnis.com, JAKARTA — Rel proyek kereta cepat Jakarta—Bandung mulai dikapalkan dari sebuah pelabuhan di selatan China pada Sabtu (28/11/2020).

China Railway Nanning Group mengatakan bahwa batang rel dimuat ke sebuah kapal di Fangchenggang, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, setelah tiba dengan kereta api dari pembuatnya Panzhihua Iron and Steel di barat daya Provinsi Sichuan.

Tiap-tiap rel berukuran panjang 100 meter. Rel menaiki kereta khusus untuk mencapai Fangchenggang, lalu rel batangan dipotong menjadi 50 meter untuk menempuh perjalanan laut.

Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta—Bandung sepanjang 142,3 km seperti dikutip dari http://en.ce.cn/, Senin (30/11/2020) terus berlanjut di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia setelah perubahan dilakukan pada prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di lokasi konstruksi.

Kereta di jalur kecepatan tinggi akan berjalan dengan kecepatan yang dirancang 350 kilometer per jam.

Kereta cepat Jakarta—Bandung merupakan proyek yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan China Railway International Co. Ltd.

Dalam proyek yang diperkirakan membutuhkan anggaran Rp90 triliun itu, Indonesia memiliki 60 persen saham di KCIC dan sisanya dikuasai oleh China.

Sebesar 60 persen saham Indonesia tersebut diwakili PT PSBI yang terdiri atas beberapa perusahaan BUMN, antara lain PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. yang memiliki saham 38 persen, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) sebesar 12 persen.

Pandemi Covid-19 sempat mengganggu proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta—Bandung. Namun, kini PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA meyakini mereka bisa memenuhi target penyelesaian akhir 2022.

Mahendra Vijaya Corporate Secretary WIKA menjelaskan bahwa progres pembangunan proyek kereta cepat saat ini terus menunjukkan perkembangan yang positif.

"Sampai Oktober 2020, proyek kereta cepat Jakarta—Bandung telah mencatatkan progres sebesar 58 persen lebih dengan target penyelesaian pada 2022," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (3/11/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat proyek kereta cepat jakarta-bandung
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top