Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perpres 109/2020 Diterbitkan, Daftar Proyek Strategis Nasional Lagi-Lagi Direvisi

Sebanyak 201 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor dengan total nilai investasi sebesar Rp4.809,7 triliun telah ditetapkan sebagai daftar PSN terbaru dalam Perpres Nomor 109 tahun 2020.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 27 November 2020  |  14:26 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dua kali mengalami revisi. Dari pertama kali ditetapkan sebanyak 225 proyek dan 1 program hingga menjadi 223 Proyek dan 3 Program.

Sejak 2016 sampai 20 November 2020, sebanyak 100 proyek senilai Rp588,9 triliun telah diselesaikan. Pada awal 2020, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang berada di bawah Kemenko Perekonomian dimandatkan melakukan evaluasi atas usulan PSN.

Menko Airlangga Hartarto selaku Ketua KPPIP mengatakan bahwa tahun ini telah melakukan evaluasi terhadap 269 usulan proyek dan program.

“Pemerintah telah melakukan evaluasi dengan sangat hati-hati terhadap semua usulan PSN dengan mempertimbangkan semua aspek dan menggunakan berbagai kriteria. Baik kriteria dasar, strategis, maupun operasional,” katanya di Jakarta yang dikutip dari keterangan pers, Jumat (27/11/2020).

Airlangga menjelaskan bahwa kriteria tersebut adalah kesesuaian dengan RPJMN, rencana strategis, rencana tata ruang, atau diatur dalam peraturan khusus.

Selain itu juga mempertimbangkan kriteria strategis seperti memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, keselarasan antarsektor, dan pertimbangan distribusi proyek secara regional.

Sementara pertimbangan kriteria operasional antara lain memiliki studi kelayakan yang berkualitas, nilai investasi di atas Rp500 miliar, dan penyelesaian konstruksi paling lambat di kuartal III 2024 kecuali proyek di sektor minyak dan gas yang dapat memulai konstruksi paling lambat di kuartal III 2024 serta berperan mendukung pusat kegiatan ekonomi.

Berdasarkan kriteria tersebut, sebanyak 201 proyek dan 10 program yang mencakup 23 sektor dengan total nilai investasi sebesar Rp4.809,7 triliun telah ditetapkan sebagai daftar PSN terbaru dalam Perpres Nomor 109 tahun 2020. Proyek dan Program PSN tersebut memperoleh pembiayaan yang bersumber dari APBN/ APBD, BUMN, dan/atau Swasta.

“Perpres 109/2020 selain menetapkan 201 PSN, juga mencakup pengembangan 10 PSN, yang sangat diperlukan untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional,” jelas Airlangga.

Program-program strategis nasional tersebut terang Airlangga memperluas ruang lingkup dari PSN sebelumnya yang hanya 3 program menjadi 10 program.

Program-program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur ketanagalistrikan, pemerataan ekonomi, pengembangan kawasan perbatasan, pengembangan jalan akses exit tol, dan pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional.

Lalu program pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik, pembangunan smelter, peningkatan penyediaan pangan nasional (food estate), pengembangan superhub, dan percepatan pengembangan wilayah.

Beberapa materi pokok dan substansi pengaturan dalam Perpres 109/2020 yang ditambahkan ucap Airlangga ditujukan untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja.

Dengan begitu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan pusat antara lain terkait dengan perizinan PSN, pemberian stimulus kepada PSN yakni tarif 0 persen untuk BPHTB atas PSN, serta PSN harus mengutamakan penciptaan lapangan kerja.

Daftar PSN tersebut juga mendapatkan kemudahan-kemudahan lebih lanjut yang diatur dalam UU 11/2020 tentang Cipta Kerja serta peraturan-peraturan turunannya. Dalam rangka menanggulangi dampak pandemi Covid-19, pembangunan PSN diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru.

KPPIP mengestimasikan penciptaan lapangan kerja langsung dari pekerjaan konstruksi sebanyak 878 ribu di 2021 dan 938 ribu di 2022.

“Pada 2021, kita akan melanjutkan percepatan PSN dengan target penyelesaian 38 Proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp464,6 triliun. Percepatan ini diharapkan dapat mendorong perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta pemulihan industri dan pariwisata,” ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek strategis nasional (PSN)
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top