Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berkaca ke China dan AS, Singapura Kekeuh Tegakkan Aturan Izin Bank Digital

Monetary Authority of Singapore tegaskan apa yang terjadi di China terkait dengan pengetatan aturan fintech tidak akan mempengaruhi aturan di Negeri Singa.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 25 November 2020  |  09:40 WIB
Tampak depan Gedung Monetary Authority of Singapore -  Bloomberg/Ore Huiying
Tampak depan Gedung Monetary Authority of Singapore - Bloomberg/Ore Huiying

Bisnis.com, JAKARTA - Regulator keuangan Singapura akan tetap berpegang pada rencananya untuk memberikan lisensi perbankan digital pada akhir tahun. Keputusan ini menandakan bahwa Singapura tidak terpengaruh oleh pengawasan ketat di China dan AS.

"Pengetatan peraturan yang terjadi di China tidak akan berdampak pada bank digital di sini," kata Ravi Menon, Direktur Pelaksana Monetary Authority of Singapore, dikutip dari South China Morning Post.

Dia menegaskan Monetary Authority of Singapore (MAS) tidak memiliki tugas untuk mencoba menebak seperti apa situasi geopolitik, tindakan apa yang mungkin diambil oleh negara lain sehubungan dengan beberapa entitas ini.

Izin tersebut sangat didambakan oleh perusahaan China dan lainnya, mengingat status kota ini sebagai pusat keuangan regional dan pusat manajemen kekayaan yang berkembang pesat.

Miliarder Jack Ma's Ant Group, di antara kandidat terkenal yang bersaing untuk mendapatkan izin. Ant Group bahkan menunda penawaran umum perdana setelah pembatasan dan persyaratan modal yang lebih tinggi yang diberlakukan oleh regulator China.

Menon mengatakan Singapura memiliki persyaratan sendiri untuk lisensi bank digital yang mencakup kemampuan untuk memberikan layanan yang baik dengan manajemen risiko yang tepat, serta strategi keluar yang lancar. Sayangnya, dia enggan mengonfirmasi identitas perusahaan apa saya yang tengah mengajukan izin perbankan digital di Singapura.

Otoritas Moneter Singapura, menurut Menon, mengambil pendekatan progresif dalam mengatur perusahaan semacam itu, seperti dengan membatasi kemampuan mereka untuk mengambil simpanan pada awalnya, sebelum memberi mereka izin untuk beroperasi lebih bebas setelah mereka membuktikan keuntungan dari waktu ke waktu.

“China memulai dari tempat yang berbeda - awalnya tidak mengatur banyak entitas fintech ini sepenuhnya,” katanya.

“Dan sekarang pihak berwenang berkumpul di posisi yang sama seperti kebanyakan negara lain di dunia. Saya pikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, dan itu menciptakan lapangan bermain yang setara," lanjutnya

Ketika ditanya apakah hubungan pemerintah akan memainkan peran dalam pengambilan keputusan regulator atas izin perbankan digital, Menon mengesampingkan favoritisme dan mengatakan itu benar-benar berdasarkan prestasi.

"Kami tidak akan memberikan sanksi kepada bank dari negara mana pun karena mungkin ada sanksi di bawahnya," tegasnya. Dia juga mengungkapkan tidak akan memberikan perlakuan yang baik kepada bank dari negara mana pun karena hubungan baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china singapura Digital Banking

Sumber : Bloomberg

Editor : Reni Lestari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top