Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Dua Tantangan Boeing 737 MAX saat Terbang Lagi

Pemerhati penerbangan Alvin Lie menjelaskan dua tantangan utama yang dihadapi Boeing 737 MAX saat kembali beroperasi di Indonesia.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 19 November 2020  |  19:16 WIB
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati.  - Boeing
Boeing 737 MAX yang merupakan pesawat buatan Boeing yang paling banyak diminati. - Boeing

Bisnis.com, JAKARTA - Dua tantangan utama masih akan menjadi kendala beroperasinya kembali pesawat Boeing 737 MAX di sejumlah negara kendati Federal Aviation Administration (FAA) telah memberikan pernyataan resminya dalam mencabut larangan terbang.

Pemerhati penerbangan yang juga anggota Ombudsman Alvin Lie menyampaikan selain persoalan menyakinkan persepsi publik akibat rendahnya tingkat keselamatan Boeing 737 MAX adalah perubahan pola perjalanan ke depan selama pandemi.

Menurutnya maskapai global telah mengalami turbulensi sehingga era penggunaan pesawat super jumbo sudah lewat. Tren kedepan dalam industri ini adalah pesawat berbadan lebar dengan medium size seperti Boeing 787 dan Airbus A350.

"Untuk pesawat Boeing 737 MAX saingannya adalah Airbus A320 atau A321. Tantangannya memang nggak sedikit karena jumlah penumpang akan bertahan, sulit kembali pada level 2019 dalam beberapa tahun," paparnya, Kamis (19/11/2020).

Pola perjalanan yang berubah termasuk untuk perjalananan bisnis akan berpengaruh terhadap angkutan udara. Bahkan untuk menyesuaikam dengannkondisi saat ini, Airbus telah menyiapkan A220 yang dari sisi ukuran lebih kecil dibandingkan dengan A320 dengan pola pengaturan kursi 3-2 yang lebih efisien.

"Apalagi sekarang bertumbangan,banyak peaawat murah dijual. Jadi pilihannya apakah membeli baru Boeing737 MAX dengan risiko ditolak penumpang atau menggunakan pesawat lama bekas pakai yang masih efisien dan tidak mengalami tantangan persepsi konsumen," tekannya.

Sementara itu pengamat penerbangan dari Japri, Gerry Soedjatman berpendapat askapai nasional yang saat ini masih mengandalkan pesawat dengan jenis Boeing 737- 800/900ER tetap membutuhkan penggantian pesawat secara jangka panjang dengan Boeing 737 MAX series 8/9/10 akibat semakin menuanya usia penggunaan pesawat jet tersebut.

Dia mencontohkan maskapai seperti Lion Air membutuhkan untuk menggantikan pesawat dengan737-800/900ER mereka nantinya dengan 737MAX8/9/10.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat boeing boeing 737
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top