Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Minta Penambahan Split, Kontraktor Harus Optimalkan Insentif yang Ada

Pemerintah masih membuka pintu untuk rencana penambahan split untuk setiap kontraktor yang meminta hal tersebut.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 November 2020  |  18:20 WIB
Setelah selesai tahap pabrikasi yang dilakukan oleh kontraktor EPCI PT Meindo Elang Indah di Handil-1 Fabrication Yard, pada 15 Juli 2020 Anjungan KLD diberangkatkan menuju lepas Pantai Utara, Jawa Barat. Istimewa - SKK Migas
Setelah selesai tahap pabrikasi yang dilakukan oleh kontraktor EPCI PT Meindo Elang Indah di Handil-1 Fabrication Yard, pada 15 Juli 2020 Anjungan KLD diberangkatkan menuju lepas Pantai Utara, Jawa Barat. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta agar para kontraktor memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah sebelum meminta penambahan split pada blok-blok migas.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan bahwa selama masa pandemi Covid-19, pemerintah menyadari harus menjaga pertumbuhan sektor migas di dalam negeri. Pihaknya telah mendapatkan banyak permintaan penambahan split dari sejumlah kontraktor, termasuk dari PT Pertamina (Persero).

Di sisi lain, pemerintah sudah memberi banyak insentif kepada para kontraktor untuk meningkatkan keekonomian di tengah tekanan industri migas mulai kredit investasi, hingga insentif pajak.

"Kami meminta Pertamina melalui SKK Migas tolong optimalkan insentif yang diberi sebelum meminta split tambahan," katanya dalam webinar yang digelar pada Kamis (19/11/2020).

Kendati demikian, pemerintah terus mendengar masukan-masukan dari pelaku industri migas di dalam negeri untuk menemukan solusi terbaik untuk keluar dari tekanan.

Pemerintah, kata Ego, masih membuka pintu untuk rencana penambahan split untuk setiap kontraktor yang meminta hal tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih mengkaji satu per satu setiap permintaan itu.

"Saat ini kami mengkaji split request dan berharap kami akan munculkan win-win solution karena tugas pemerintah adalah untuk membuat aktivitas hulu migas tetap berlanjut khususnya di pandemi ini," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kontraktor insentif migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top