Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Garuda Indonesia Beli Pesawat Tanpa Awak, Begini Nasibnya

Garuda Indonesia tetap merencanakan pembelian pesawat tanpa awak yang dioperasikan untuk keperluan kargo.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 18 November 2020  |  14:20 WIB
Pesawat UAV (unnamed aerial vehicle) berjenis BZK-00 yang akan dibeli oleh Garuda Indonesia. - Dok. Istimewa
Pesawat UAV (unnamed aerial vehicle) berjenis BZK-00 yang akan dibeli oleh Garuda Indonesia. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) ternyata belum menghapus rencana untuk mendatangkan 150 unit pesawat tanpa awak khusus kargo kendati realisasinya masih belum bisa dipastikan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan meski demikian dalam waktu dekat ini, rencana tersebut bukan merupakan prioritas karena masih harus memulihkan pergerakan termasuk menyusun strategi pemulihan. Saat ini perseroan sudah memulai tingkat pergerakan yang lebih baik dengan sebanyak 200 penerbangan per hari.

“Kami masih on planning. Masih fokus soal traffic dan recovery,” ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Maskapai pelat merah tersebut berencana memesan 100 unit pesawat UAV (unmanned aerial vehicle) dan 50 pesawat VTOL (vertical take-off and landing/VTOL) dari produsen asal China, Beihang. Pesawat kargo tersebut rencananya untuk beroperasi di wilayah timur Indonesia.

Pemerintah diketahui telah menetapkan draf aturan soal sertifikasi pesawat tanpa awak sebagai payung hukum dalam pengoperasiannya di Indonesia.

Berdasarkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pelaksanaan Undang-Undang tentang Cipta Kerja Sektor Transportasi yang dikutip Bisnis.com, Senin (16/11/2020), terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh maskapai sebelum menerbangkan pesawat tanpa awak di langit Indonesia.

Pada Pasal 21 ayat (3) tertulis pengoperasian pesawat udara tanpa awak wajib memiliki sertifikat pengoperasian pesawat udara tanpa awak (Remotely Piloted Aircraft Systems/RPAS Operator Certificate). Adapun, pesawat yang wajib memiliki RPAS Operator Certificate hanya untuk pesawat udara tanpa awak yang memenuhi standar yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan.

Maskapai yang ingin mengoperasikan pesawat tanpa awak wajib memenuhi beberapa syarat, yakni pertama, memiliki izin usaha angkutan udara niaga atau izin kegiatan angkutan udara bukan niaga. Kedua, memiliki dan/atau menguasai pesawat udara tanpa awak dengan jumlah tertentu sesuai dengan yang tertulis di dalam lampiran surat izin usaha/ kegiatan angkutan udara.

Kemudian syarat ketiga, keempat, dan kelima secara berturut-turut yakni memiliki dan/atau menguasai personel operasi pesawat udara tanpa awak dan/atau personel ahli perawatan pesawat udara tanpa awak, memiliki standar pengoperasian pesawat udara tanpa awak serta memiliki standar perawatan pesawat udara tanpa awak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pesawat Garuda Indonesia maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top