Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPS Umumkan Posisi Neraca Dagang Oktober Siang Ini, Surplus atau Defisit Ya?

Data tersebut akan dirilis langsung oleh Kepala BPS, Suhariyanto, secara Live Streaming yang dapat disaksikan di youtube BPS (BPS Statistics) pada pukul 11.00 WIB.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 16 November 2020  |  09:33 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan dua data ekonomi penting pada hari ini, Senin (16/11/2020)

Perkembangan ekspor dan impor Indonesia Oktober 2020, dan perkembangan upah pekerja/buruh Oktober 2020. Data tersebut akan dirilis langsung oleh Kepala BPS, Suhariyanto, secara Live Streaming yang dapat disaksikan di youtube BPS (BPS Statistics) pada pukul 11.00 WIB.

Sejumlah ekonom memprediksi penurunan impor diperkirakan lebih dalam dibandingkan dengan penurunan ekspor sepanjang Oktober lalu.

Berdasarkan konsensus Bloomberg, seluruh ekonom memperkirakan neraca dagang pada bulan lalu mencatatkan surplus, dengan estimasi atas US$4,02 miliar, estimasi bawah US$1,80 miliar, dan estimasi rata-rata sebesar US$2,33 miliar.

Kepala Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana mengatakan, terlepas dari apapun faktor yang memengaruhi neraca dagang, tren surplus adalah sebuah catatan positif di tengah resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, kondisi ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah dengan meningkatkan aktivitas perdagangan internasional serta memulihkan daya beli masyarakat sehingga permintaan di dalam negeri juga kembali menggeliat.

Trade surplus yang konsisten akan makin baik, apalagi bila dapat dipertahankan ketika permintaan domestik sudah pulih,” kata Wisnu kepada Bisnis, Minggu (15/11).

Dia memperkirakan, kinerja ekspor pada bulan lalu mencatatkan koreksi sebesar 8% secara year-on-year (yoy). Adapun aktivitas impor jeblok cukup dalam yakni diperkirakan sebesar 18,6% (yoy).

Dengan demikian, Wisnu memperkirakan neraca dagang pada Oktober 2020 mencatatkan surplus sebesar US$1,73 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan bps surplus perdagangan
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top