Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisnis Jasa Kurir di Daerah Melesat Saat Pandemi Covid-19

Bisnis sektor logistik dan kurir melonjak saat pandemi Covid-19 ketika hampir semua sektor bisnis lain justru terpuruk. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, termasuk belanja online atau daring.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 15 November 2020  |  01:50 WIB
Pelanggan menggunakan aplikasi LinkAja di salah satu outlet JNE. Bisnis - Arief Hermawan P
Pelanggan menggunakan aplikasi LinkAja di salah satu outlet JNE. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis sektor logistik dan kurir melonjak saat pandemi Covid-19 ketika hampir semua sektor bisnis lain justru terpuruk. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya aktivitas digital masyarakat, termasuk belanja online atau daring.

Kepala Cabang Utama JNE Solo Bambang Widiatmoko mengungkapkan bahwa saat awal pandemi pada Maret dan April, volume pengiriman barang di tempatnya meningkat sampai 30 persen.

“Ini dipengaruhi banyak masyarakat beraktivitas di rumah, tetapi tetap melakukan transaksi pembelian lewat online,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan pers, Sabtu (14/11/2020).

Bambang menjelaskan, sebelum pandemi, rata-rata volume pengiriman dari Solo ke berbagai wilayah seperti Jabodetabek dan Jawa Timur mencapai 20 ton per bulan. Sebagian barang itu dikirim via darat dan udara. Ketika pandemi, pengiriman via udara anjlok, karena banyak rute penerbangan tutup akibat tidak ada penumpang, sedangkan pengiriman barang via dara malah meningkat.

Peningkatan pengiriman barang itu, membuat pihaknya menambah armada. Saat ini, pihaknya diperkuat 35 unit armada, di antaranya 15 unit truk bermerek Isuzu, yakni truk Giga dan Elf NKR.

Menurut dia, bisnis pengiriman adalah bisnis kepercayaan dan ketepatan waktu. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sumber daya yang prima, mulai dari sumber daya manusia, sistem dan manajemen organisasi, teknologi dan armada.

“Sebagai pelaku usaha, tentu kami menginginkan kendaraan yang efisien, tetapi untuk bisnis seperti ini, kendaraan yang andal yang benar-benar dibutuhkan. Apalagi, operasional kami 24 jam tanpa henti, sehingga butuh dukungan keandalan,” katanya.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyebutkan kegiatan logistik yang masih dapat bertahan, bahkan mengalami pertumbuhan positif, adalah layanan logistik e-commerce dan layanan pengiriman barang (courier service).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, segmen logistik relatif stabil selama pandemi Covid-19. Bahkan, transaksi pembelian lewat e-commerce meningkat 18,1 persen menjadi 98,3 juta transaksi dengan total nilai transaksi naik 9,9 persen menjadi Rp 20,7 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik jasa kurir
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top