Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Beri Pelatihan Industri 4.0 untuk IKM

Kemenperin memberikan pelatihan pada industri kecil dan menengah (IKM), khususnya terkait dengan penerapan teknologi 4.0.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 November 2020  |  16:12 WIB
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) saat berkunjung ke pabrik PT Megah Plastik di Tangerang, Selasa (7/5 - 2019)
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (kanan) saat berkunjung ke pabrik PT Megah Plastik di Tangerang, Selasa (7/5 - 2019)

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali bekerja sama dengan Colombo Plan untuk melakukan pelatihan pada industri kecil dan menengah (IKM). Adapun, pelatihan tersebut merupakan bentuk dari Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KTSST).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan pelaksanaan kegiatan di tahun ini dilakukan secara virtual karena dampak pandemi Covid-19. Secara total, peserta pelatihan mencapai 42 orang dari delapan negara Asia Tenggara, meliputi Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam.

“Mengingat besarnya dampak pandemi terhadap sektor IKM, topik yang diangkat adalah The Impact of Industry 4.0 in Enhancing the Development of Small and Medium Enterprises, especially during the COVID-19 Pandemic,”  katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (14/11/2020). 

Gati berujar literasi digital merupakan hal yang sangat penting bagi setiap industri. Menurutnya, hal tersebut penting bagi pelaku IKM untuk dapat bertahan dan bersaing di masa pandemi. 

Gati menilai IKM memiliki peranan besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional mengingat sektor IKM menyerap 10,5 juta tenaga kerja. Adapun, seluruh tenaga kerja tersebut merupakan 63 persen dari total tenaga kerja di sektor manufaktur dan tersebar di sekitar 4,2 juta unit usaha. 

Menurutnya, penerapan teknologi 4.0 merupakan keniscayaan bagi pelaku IKM agar memiliki daya saing dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, adaptasi teknologi dapat membuat IKM siap memasuki adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi. 

“Untuk itu, kami akan terus mendorong kolaborasi antara IKM logam dengan startup penyedia teknologi terkait penggunaan inovasi digital,” ucapnya.

Gati mencontohkan PT Sinar Mulia Teknalum sebagai salah satu IKM yang telah mendapatkan manfaat dari adopsi teknologi industri 4.0. Pemanfaatan industri 4.0 di PT. Sinar Mulia Teknalum, antara lain adalah penggunaan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).

Seperti diketahui, PT. Sinar Mulia Teknalum merupakan perusahaan yang dirintis sejak awal tahun 2010 di Sleman. Sinar Mulia Teknalum dipercaya menjadi pemasok pada industri lokal yang meliputi produk otomotif, sparepart mesin, alat-alat rumah tangga dan barang-barang mebel. 

Sekretaris Jenderal Colombo Plan Phan Kieu Thu mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas komitmennya untuk terus mengimplementasikan program KTSST di tengah pandemi Covid-19. Dia mengatakan Indonesia terus berpartisipasi aktif selama 67 tahun terakhir dalam program kerja sama dengan Colombo Plan melalui pelaksanaan program pelatihan bagi negara anggota Colombo Plan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikm kemenperin
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top