Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akses Bandara Soetta: Pemerintah Siapkan Jalur Alternatif

Kelemahan Bandara Soekarno-Hatta adalah ketergantungan pada jalan akses tunggal sehingga pembangunan opsi alternatif menjadi pilihan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 12 November 2020  |  17:33 WIB
Ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) kini mulai bergerak dari halaman Terminal ke arah West Lobby Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut kepulanganHabib Rizieq Shihab dan keluarga dari Arab Saudi, Selasa (10/11/2020). JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubbi
Ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) kini mulai bergerak dari halaman Terminal ke arah West Lobby Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut kepulanganHabib Rizieq Shihab dan keluarga dari Arab Saudi, Selasa (10/11/2020). JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubbi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah melakukan penyelesaian konstruksi jaringan jalan bebas hambatan 6 ruas Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II yang melingkar dari Bandara Soekarno Hatta, Cinere, Cimanggis hingga Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu opsi akses lain dari tol Bandara saat ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ) Danang Parikesit mengatakan pembangunan jalan tersebut untuk memperlancar mobilitas komuter juga angkutan logistik karena terhindar dari kemacetan tol di dalam kota.

Dengan adanya JORR 1 dan JORR 2, dia berharap masyarakat memiliki alternatif untuk menghindari kemacetan lalu lintas kendaraan yang saat ini terlampau padat.

“Salah satunya menuju Bandara Soekarno Hatta lewat jalan tol Cengkareng - Batuceper – Kunciran. Saat ini progres konstruksi Jalan Tol Cengkareng -  Batuceper - Kunciran sudah mencapai 91,90 persen,” ujarnya, Kamis (12/11/2020)

Dengan progres tersebut, rencananya tol tersebut akan selesai konstruksinya pada akhir Desember 2020 sehingga dapat segera dioperasikan dan dinikmati oleh masyarakat.

Jalan Tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran sepanjang 14,19 Km terbagi menjadi 4 Seksi, yaitu Seksi I (Kunciran – Tirtayasa) Sepanjang 2,04 Km, Seksi II (Tirtayasa – Benteng Betawi) sepanjang 3,52 Km.

Kemudian dilanjutkan Seksi III (Benteng Betawi – H.Sastranegara) sepanjang 6,57 Km, dan yang terakhir Seksi IV (H.Sastranegara – SS Benda) sepanjang 2,06 Km. 

Jalan Tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol PT Jasamarga Kunciran Cengkareng juga akan tersambung oleh Jalan Tol Serpong - Cinere yang juga akan selesai konstruksi pada akhir 2020.

Jalan Tol ini juga akan terhubung dengan Jalan Tol Kunciran - Serpong yang sudah beroperasi dan diresmikan oleh Presiden Jokowi sejak Desember 2019.

Sebelumnya Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menilai gangguan penerbangan yang dialami Bandara Soekarno-Hatta akibat ledakan massa yang menjemput imam besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab tidak bisa terhindarkan. Selama beberapa jam, aktivitas penerbangan di bandara tersebut lumpuh.

Sementara itu, baik jalan tol maupun bandara berkode CGK tersebut tidak dirancang untuk mengantisipasi ribuan massa tersebut. Kelemahan Bandara Soekarno-Hatta adalah ketergantungan pada jalan akses tunggal. Ketika terjadi kondisi seperti ini, gangguan terhadap kelancaran penerbangan tak terhindarkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol kemacetan bandara soekarno hatta
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top