Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Asing Bisa Perbaiki Kualitas Bandara Nasional

Akademisi dari Unpad menilai pelibatan investor asing bisa menjanjikan perbaikan kualitas infrastruktur bandara nasional.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 03 November 2020  |  07:16 WIB
Suasana lengang tampak terlihat di terminal keberangkatan Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (16/2/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi
Suasana lengang tampak terlihat di terminal keberangkatan Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (16/2/2019). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembangan Bandara Internasional Lombok disebut dapat menjadi pendorong peningkatan infrastruktur di Indonesia. Pelibatan investor asing dapat membantu memperbaiki kualitas infrastruktur di Indonesia.

Akademisi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) Prita Amalia mengungkapkan sebenarnya pengembangan Bandara Internasional Lombok sama halnya dengan pengembangan beberapa bandara lainnya.

"Ini sama halnya dengan beberapa bandara yang memang dibuka kemungkinannya untuk mendapatkan investasi asing dalam pengembangan bandara. Bandara Labuan Bajo adalah salah satu contoh yang sudah dijalankan oleh pemerintah dan diumumkan pemenang lelangnya di akhir 2019," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (2/11/2020).

Perbedaannya, hanya pada PJPK atau penanggung jawab proyek kerja samanya. Ketika Bandara Labuan Bajo tanggung jawabnya dipegang Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sementara Bandara Lombok dipegang oleh Angkasa Pura I.

Prinsipnya, kedua bentuk kerja sama pengembangan bandara ini baik KPBU maupun BtoB merupakan pengembangan investasi yang tinggi dan BUMN harus mampu. Semangatnya, peningkatan infrastruktur dan bentuknya dapat berbagai macam.

Prita yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal University Network Indonesia Infrastructure Development mengatakan terhadap investasi infrastruktur ini juga berlaku prinsip-prinsip penanaman modal yang berlaku pada umumnya.

"Adapun, mengenai pergantian direksi tidak menjadi masalah besar dalam hal pelaksanaan suatu kerja sama. Hal tersebut adalah salah satu hal yang wajar dan biasa terjadi, selama tidak ada kebijakan yang merugikan investor," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi bandara
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top