Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setelah Deflasi 3 Bulan, Inflasi Diperkirakan Muncul di Oktober

Menurut proyeksi ekonom, inflasi Oktober didorong oleh kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi serta inflasi harga yang diatur pemerintah
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  12:32 WIB
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). -  ANTARA / Sigid Kurniawan
Pedagang menata sayuran yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020). - ANTARA / Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga konsumen (IHK) pada Oktober 2020 diperkirakan akan mengalami inflasi tipis setelah tiga bulan sebelumnya berturut-turut mencatatkan deflasi.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan inflasi pada Oktober 2020 sebesar 0,06 persen secara bulanan month-to-month (mtm). Secara tahunan, inflasi Oktober 2020 akan sebesar 1,44 persen year-on-year (yoy).

"Inflasi Oktober didorong oleh kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi serta inflasi harga yang diatur pemerintah," katanya kepada Bisnis, Jumat (30/10/2020).

Sementara itu, inflasi inti pada Oktober 2020 diperkirakan sebesar 1,82 persen yoy, yang dipengaruhi oleh mulai meningkatnya permintaan masyarakat.

Meski demikian, inflasi inti masih tertahan oleh mulai stabilnya inflasi pendidikan dibandingkan September lalu dan penurunan harga emas yang sebesar 2 persen mtm.

Senada, Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis (IKS) Eric Alexander Sugandi memproyeksikan pada Oktober 2020 akan terjadi inflasi sebesar 0,05 persen mtm atau 1,4 persen yoy.

"IKS memperkirakan perekomian Indonesia akan mengalami inflasi di Oktober karena berangsur meningkatnya permintaan masyarakat seiring

dengan pembukaan sektor-sektor perekonomian dan transfer dana stimulus oleh pemerintah kepada rumah-rumah tangga," katanya.

Meski terjadi inflasi pada Oktober 2020, Eric memperkirakan tingkat inflasi Indonesia hingga akhir 2020 akan tetap rendah, yaitu sebesar 1,2 persen yoy.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi deflasi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top