Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keuangan Shell Mulai Positif, Rugi Bersih Masih US$17,66 Miliar

Sejumlah faktor pendorong peningkatan kinerja Shell pada kuartal III/2020 yakni adanya pendapatan yang lebih kuat.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  20:09 WIB
Logo Shell.
Logo Shell.

Bisnis.com, JAKARTA — Royal Dutch Shell Plc telah mencatatkan keuangan yang positif pada kuartal III/2020. Dengan demikian, Shell mulai memperkecil kerugian sepanjang 9 bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan Royal Dutch Shell yang dipublikasikan, pendapatan Shell pada kuartal III/2020 sudah mulai meningkat menjadi US$44,02 miliar dibandingkan dengan US$32,5 miliar pada kuartal II/2020.

Sementara itu, total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal III/2020 telah berbalik positif menjadi US$489 juta dibandingkan kerugian pada kuartal II/2020 sebesar US$18,13 miliar.

Dari situ, total rugi bersih yang dicatatkan Shell sepanjang Januari—September 2020 telah berkurang menjadi US$17,66 miliar.

Royal Dutch Shell Chief Executive Officer Ben van Beurden mengatakan bahwa pihaknya bakal terus memperkuat keuangan perseroan dengan portofolio bisnis yang dibuat untuk menuju transisi energi bersih.

"Tindakan tegas kami yang diambil pada awal tahun telah memperkuat kinerja operasional dan kinerja keuangan perseroan," ujarnya seperti dikutip dalam siaran persnya, Jumat (30/10/2020).

Sejumlah faktor pendorong peningkatan kinerja Shell pada kuartal III/2020 yakni adanya pendapatan yang lebih kuat kendati di tengah kondisi makroekonomi yang menantang.

Pendapatan dari divisi pemasaran mencatatkan rekor yang dikontribusikan oleh peningkatan bauran produk premium yang memiliki margin tinggi, serta produk non-BBM yang lebih tinggi di toko ritel Shell.

Kontributor yang turut memengaruhi kinerja pada kuartal III/2020 adalah adanya pengurangan utang bersih senilai US$4,4 miliar menjadi US$73,5 miliar.

Ketua Dewan Royal Dutch Shell Chad Holliday mengatakan bahwa setelah meninjau kinerja terbaru Shell, dewan meyakini bahwa Shell dapat berkembang secara berkelanjutan ke depannya.

Dewan, katanya, telah menyutujui kerangka kas Shell yang akan mengurangi utang bersih hingga US$65 miliar.

"Hasilnya, para dewan memutuskan untuk meningkatkan dividen per saham menjadi US$16,65 sen untuk kuartal III/2020," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

shell
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top