Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kisah Sri Mulyani 'Bersih-Bersih' Calo Anggaran di Kemenkeu

Pada tahun 2005, Sri Mulyani mulai menghapuskan praktik calo anggaran di kementeriannya. Berikut ini kisahnya.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  10:35 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat tiba di depan Ruang Rapat Paripurna I untuk menghadiri Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisahkan pengalamannya memberantas calo anggaran ketika menjabat sebagai bendahara negara pada tahun 2005.

Sebagai bendahara negara, kementeriannya dituntut untuk transparan dalam mengelola keuangan negara, seperti yang dimandatkan dalam Undang-Undang No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Namun, Sri Mulyani saat itu melihat langsung antrean panjang di kantor-kantor perbendaharaan. Banyak orang antre untuk mencairkan anggaran di Kementerian Keuangan sehingga ini menimbulkan praktik calo anggaran.

"Kalau saya lihat di semua kantor-kantor perbendaharaan waktu itu, banyak sekali orang antre membawa map, kemudian muncul calo-calo untuk bisa mencairkan anggaran, sehingga reputasi kalau mau mencairkan anggaran, Anda perlu membawa map yang isinya sebetulnya uang sogokan," kata Sri Mulyani, Kemenkeu Corpu Talk episode 19 bertajuk Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia pada Senin (26/10/2020).

Menurutnya, itu adalah titik awal bagi Kementerian Keuangan untuk melakukan reformasi perbendaharaan.

Akhirnya, Ditjen Perbendaharaan negara membentuk front office, middle office, dan back office. Hal ini agar di tahap pelayanan, orang yang ingin mencairkan anggaran tidak perlu bertemu dengan pejabat di middle dan back office.

"Ini cara pertama membersihkan calo-calo anggaran," kata Sri Mulyani. Menurutnya, perbaikan pelayanan itu berhasil.

Selanjutnya, Kementerian Keuangan melakukan otomatisasi pelayanan. Ini adalah reformasi yang paling fundamental karena menerapkan modul penerimaan negara. Dalam modul ini, semua uang yang masuk langsung ditaruh di perbankan yang ditunjuk khusus.

Alhasil, tidak ada lagi interaksi langsung dengan pejabat di Kementerian Keuangan.

Terakhir, dia membentuk treasury dealing room atau rekening tunggal perbendaharaan yang tujuannya untuk mengkonsolidasikan arus kas, likuiditas, pembayaran dan penerimaan semua dana milik pemerintah ke dalam satu saldo.

Pembukaan rekening ini atas seizin Kementerian Keuangan sehingga kementerian dan lembaga (K/L) tidak bisa seenaknya membuat rekening masing-masing. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tumpang tindih rekening pejabat dan K/L.

Terbukti, Sri Mulyani menegaskan evolusi ini merupakan langkah yang luar biasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anggaran korupsi sri mulyani calo
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top