Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyediaan Sarana Hunian Pariwisata di Borobudur Dipercepat

Kementerian PUPR mempercepat pembangunan sarana hunian pariwisata di Borobudur, Jawa Tengah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  15:16 WIB
Foto file sebelum pandemi, suasana Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang Jawa Tengah./Antara - Anis Efizudin
Foto file sebelum pandemi, suasana Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang Jawa Tengah./Antara - Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah memacu penyediaan sarana hunian pariwisata (sarhunta) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, Jawa Tengah. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan dana Rp58,2 miliar.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan bahwa jumlah sarhunta yang dibangun di KSPN Borobudur 733 unit yang terdiri atas 355 unit pembangunan koridor dan homestay 378 unit yang terbagi menjadi tiga tahap pembangunan.

“Tahap I sebanyak 80 unit, tahap II 115 unit, tahap III 183 unit dan tersebar di Kecamatan Borobudur dan Kecamatan Mungkit," ungkapnya melalui keterangan tertulis.

Menurut dia, pemerintah terus mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional dalam masa pandemi Covid-19 ini salah satunya melalui pengembangan sektor pariwisata nasional.

Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas rumah masyarakat di kawasan pariwisata yang ada sehingga lebih tertata dan menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung.

Khalawi menjelaskan sarhunta di KSPN Borobudur dilaksanakan dengan meningkatkan kualitas rumah masyarakat di sepanjang koridor tempat pariwisata sekaligus dapat menjadi homestay bagi wisatawan yang berkunjung dan ingin menikmati keindahan Candi Borobudur.

Dia mengutarakan penataan koridor dan program homestay diharapkan mampu menciptakan penataan ruang dan kebutuhan publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah tersebut.

Selain itu, ujar Khalawi, progam sarhunta ini sangat bagus untuk mengembangkan tempat wisata di indonesia sehingga dapat mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

"Progres pembangunan homestay tahap I telah mencapai 80 persen dan dipastikan akan selesai dua minggu lagi, sedangkan untuk tahap II masih 15 persen dan tahap III baru akan berjalan, diperkirakan 298 unit tersebut akan selesai pada Desember," ujarnya.

Khalawi menerangkan bentuk dukung pengembangan KSPN Borobudur, yang dilaksanakan antara lain dengan meningkatkan kualitas hunian masyarakat untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Selain infastruktur jalan, sarana air bersih dan juga yang terpenting dalam kawasan wisata adalah mengubah wajah rumah masyarakat yang tidak layak huni menjadi layak huni dan juga multifungsi, yaitu selain untuk menjadi tempat tinggal yang layak dapat juga menjadi tempat usaha, seperti rumah sewa atau homestay," ujarnya.

Kawasan Borobudur telah di tetapkan sebagai salah satu KSPN prioritas atau lima "Bali Baru" selain Danau Toba (Sumatra Utara), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Likupang (Sulawesi Utara), dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata bisnis properti hunian borobudur

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top