Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Omnibus Law Cipta Kerja Mendapat Apresiasi dari Badan Investasi AS

Menurut IDFC, berlakunya Omnibus Law Cipta Kerja merupakan satu langkah besar yang akan bisa memacu arus investasi asing ke depannya.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  19:47 WIB
Chief Executive Officer (CEO) IDFC Adam Boehler ketika bertemu dengan Menko Maritim dan Investasi Luhur B. Pandjaitan di Jakarta, Jumat (23/10 - 2020)
Chief Executive Officer (CEO) IDFC Adam Boehler ketika bertemu dengan Menko Maritim dan Investasi Luhur B. Pandjaitan di Jakarta, Jumat (23/10 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA - Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disahkan pada awal Oktober ini mendapatkan apresiasi dari United States International Development Finance Corporation (IDFC).

Chief Executive Officer (CEO) IDFC Adam Boehler mengatakan selama ini yang menjadi penghambat investasi di Indonesia adalah iklim bisnis yang dinilai sulit dan tidak ramah terhadap investor.

Dia mengutarakan, padahal Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia, namun hal ini tidak sejalan dengan realisasi investasinya.

Menurutnya, berlakunya Omnibus Law Cipta Kerja merupakan satu langkah besar yang akan bisa memacu arus investasi asing ke depannya.

"Kami sudah menunggu dan kami bersemangat karena omnibus law ini probisnis, menurut saya waktunya tepat," katanya dalam pertemuan dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Sabtu (24/10/2020).

Pada Kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani menyampaikan optimismenya terhadap Omnibus Law Cipta kerja yang nilai akan menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, khususnta terkait dengan produktivitas dan penyerapan tenaga kerja.

Rosan mengatakan, kendala yang dialami Indonesia paling sulit saat ini adalah penciptaan lapangan kerja, karena lebih dari 50% pekerja di Indonesia bekerja di sektor informal.

"Karena itu, investasi menjadi sangat penting bagi Indonesia karena pertumbuhan ekonomi saat ini bergantung pada sisi investasi yang memiliki porsi sekitar 32 persen [dari PDB], sementara lebih dari 50 persen [PDB] bergantung pada konsumsi domestik," jelasnya.

Adapun, pada jumat (23/10/2020), Adam juga melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, membahas mengenai peluang investasi di Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.

Adapun, IDFC merupakan lembaga pembiayaan investasi yang dibentuk atas mandat Kongres Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada investasi di negara-negara berkembang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Omnibus Law cipta kerja
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top