Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menko Airlangga: 13,3 Juta Orang Butuh Lapangan Kerja di Masa Pandemi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penerapan lockdown di beberapa negara untuk menahan laju penyebaran Covid-19 telah memicu resesi ekonomi di tingkat global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan penjelasan mengenai strategi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, Rabu (5/8/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang berhasil memporakporandakan perekonomian global, termasuk Indonesia, diprediksi akan menciptakan peningkatan angka pengangguran yang tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penerapan lockdown di beberapa negara untuk menahan laju penyebaran Covid-19 telah memicu resesi ekonomi di tingkat global.

Sebagaimana diketahui, lembaga internasional memprediksi ekonomi global pada 2020 akan terkontraksi pada kisaran -4,4 persen hingga -5,2 persen.

"Respon penanganan Covid-19 melalui lockdown telah memicu resesi ekonomi dunia dan menyebabkan gangguan pada kesehatan, pekerjaan, dan kesejahteraan masyarakat," kata Airlangga dalam Opening Ceremony Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020, Senin (19/102020).

Sementara di dalam negeri, Airlangga menjelaskan ada sebanyak 6,9 juta masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan dan anak muda yang baru lulus sebanyak 2,92 juta. Di samping itu, pandemi Covid-19 telah menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sebanyak 2,1 juta pekerja dan pekerja yang dirumahkan tercatat ada sebesar 1,4 juta pekerja.

Sehingga, Airlangga mengatakan total masyarakat yang membutuhkan lapangan kerja di masa pandemi ini mencapai sebesar 13,3 juta orang.

Meski pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh aspek kesehatan dan ekonomi, imbuhnya, optimisme dan kepercayaan masyarakat sudah mulai pulih untuk menggerakkan aktivitas ekonomi.

"Sentimen positif juga datang dari perekonomian Indonesia. Penerapan program Pemuihan Ekonomi Nasional (PEN) menimbulkan sinyal positif terhadap ekonomi sejak Juli 2020," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Maria Elena
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper