Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembali Normal, KRL Beroperasi Sampai Jam 12 Malam Mulai Senin Besok

Dengan jumlah perjalanan KRL yang mulai Senin (19/10/2020) kembali mencapai 993 perjalanan setiap harinya, KCI mengharapkan kerja sama yang lebih baik dari pengguna dalam mewujudkan jaga jarak aman sesama pengguna.   
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  14:26 WIB
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah
Sejumlah calon penumpang KRL Commuter Line memasuki gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total di wilayah Jakarta, suasana penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor terlihat lengang serta kapasitas pengguna hanya 50 persen dengan membatasi setiap gerbongnya hanya dapat diisi 74 penumpang. ANTARA FOTO - Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Jam operasional kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek mulai Senin 19 Oktober 2020 akan kembali normal melayani pengguna sebagaimana sebelum pandemi Covid-19 terjadi, yaitu mulai pukul 04.00 hingga menjelang pukul 24.00 WIB setiap harinya.  

VP Corporate Communications PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) Anne Purba menuturkan dengan jam layanan KRL yang kembali normal, KCI akan mengoperasikan 993 perjalanan setiap hari dengan 91 rangkaian kereta.

Namun, pembatasan kapasitas pengguna di tiap kereta tidak berubah yaitu 74 orang per kereta atau sekitar 40 persen dari kapasitas pengguna KRL.

"Dengan penyesuaian operasional KRL Commuter Line ini PT KCI mengajak pengguna KRL dapat mengatur jadwal keberangkatannya terutama pada jam sibuk sore hingga malam hari agar terhindar dari kepadatan di dalam kereta maupun stasiun," ujarnya, Minggu (18/10/2020).

Pilihan jadwal keberangkatan dengan jadwal yang kembali normal ini membuat para pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk jadwal keberangkatan sehingga tidak perlu memaksakan diri untuk masuk ke dalam kereta yang telah penuh karena khawatir tertinggal jadwal kereta terakhir.

Informasi jadwal dan kondisi kepadatan di stasiun dapat dilihat melalui aplikasi KRL Access versi terbaru. KCI juga mengajak pengguna untuk dapat mengikuti demi menerapkan protokol 3M secara maksimal, tanpa perlu selalu diingatkan maupun diawasi oleh petugas.  

Dalam menerapkan 3M saat ini, pengguna KRL telah disiplin menggunakan masker yang efektif untuk mencegah droplet. Para pengguna juga sadar pentingnya mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun saat hendak naik KRL maupun sesudah turun dari kereta. 

Selain itu, KCI mengajak pengguna membiasakan cuci tangan dengan telah menyediakan wastafel tambahan di seluruh stasiun yang melayani KRL.

Dengan jumlah perjalanan KRL yang mulai Senin (19/10/2020) kembali mencapai 993 perjalanan setiap harinya, KCI mengharapkan kerja sama yang lebih baik dari pengguna dalam mewujudkan jaga jarak aman sesama pengguna.   

KCI juga mengingatkan pengguna KRL agar bersiap memasuki musim penghujan dan membawa perlengkapan tambahan seperti jas hujan atau payung, dan gunakan sepatu yang tidak licin saat hendak menggunakan KRL. 

"Berbagai protokol kesehatan yang diterapkan oleh PT KCI merupakan bentuk upaya bersama agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan sehat. Dengan protokol kesehatan yang maksimal serta kerja sama baik dari seluruh penggunanya, KRL dapat menjadi pilihan transportasi aman dan sehat selama masa pandemi Covid-19 ini," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl jabodetabek Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top