Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Dorong Manufaktur Terapkan Model Industri Hijau

Pelaksanaan circular economy yang akan dilaksanakan pihaknya adalah menerapkan konsep 5R (reduce, reuse, recycle, recovery, dan repair) dalam sektor manufaktur.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  13:47 WIB
Foto aerial kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial kawasan industri Jababeka di Cikarang, Jawa Barat. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan industri hijau harus menjadi model percontohan di masa depan. Oleh karena itu, Kemenperin menekankan pentingnya implementasi pengembangan industri berkelanjutan.

Kepala Balau Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Doddy Rahadi mengatakan industri hijau merupakan ikon bagi sektor manufatur. Pasalnya industri hijau menerapkan uaya efisiensi dan efektivitas pemakaian sumber daya secara berkelanjutan dalam proses produksinya.

"Selain itu, circular economy juga akan mengurangi limbah yang dihasilkan,karena akan diolah lagi jadi produk yang punya nilai tambah secara ekonomi," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2020).

Doddy menyampaikan pelaksanaan circular economy yang akan dilaksanakan pihaknya adalah menerapkan konsep 5R (reduce, reuse, recycle, recovery, dan repair) dalam sektor manufaktur. Menurutnya, penerapan konsep tersebut dapat membuat ekstraksi bahan mentah dari alam bisa lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan telah mengarahkan sektor manugaktur untuk memperbaiki sistem intalasi pengolahan air limbah (IPAL) di sekitar Sungai Bengawan. Ganjar memberikan tenggat waktu peraikan IPAL tersebut pada akhir 2020, tapi masalah tersebut belum kunjung rampung hingga Oktober 2020.

Adapun, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Safri Burhanuddin menilai pencemaran di Sungai Citarum merupakan akar masalah kesehatan, ekonomi, sosial, dan sumber daya lingkungan di generasi mendatang. Seperti diketahui, pencematan di Sungai Citarum menduduki posisi tertinggi dalam rangking sungai terkotor pada 2018.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi industri 4.0 membantu pengendalian daerah aliran sungai (DAS) Citarum. Safri berujar teknologi tersebut sangat berguna dalam meningkatkan efisiensi dan kebutuhan akurasi data.

"Kami memanfaatkan teknologi 4.0 guna menganalisa data kualitas air sungai serta pengembangan situs Citarum harum dan membentuk Command Center PPK. Dengan dukungan itu terjadi efisiensi biaya," ucapnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenperin industri hijau
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top