Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menlu Retno Singgung Hambatan Tarif Ekspor ke Menlu Inggris

Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar Indonesia dari Eropa dan merupakan peringkat pertama perdagangan kayu dari Eropa. Inggris juga merupakan mitra investasi ke-2 Indonesia terbesar dari Eropa.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  12:49 WIB
Menlu Retno Marsudi - Kemlu
Menlu Retno Marsudi - Kemlu

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyinggung soal potensi hambatan tarif terhadap produk ekspor unggulan Indonesia ke Inggris saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab.

Retno mengatakan hal ini menjadi kekhawatiran Indonesia seiring rencana Inggris memberlakukan tindakan due diligence untuk beberapa komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit, kopi, kayu dan produk kayu.

"Saya sampaikan bahwa kebijakan seperti ini memiliki potensi menjadi hambatan non-tarif ekspor Indonesia ke Inggris," katanya saat press briefing secara virtual di London, Rabu (14/10/2020) malam.

Dia mengharapkan agar kedua negara dapat membahas kemungkinan pembuatan mutual recognition dari kebijakan yang telah dimiliki masing-masing negara mengenai supply chain sustainability.

Inggris merupakan mitra dagang ke-4 terbesar Indonesia dari Eropa dan merupakan peringkat pertama perdagangan kayu dari Eropa. Inggris merupakan mitra investasi ke-2 Indonesia terbesar dari Eropa.

Beberapa investasi Inggris di Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan, yang tengah digodok diantaranya Aggreko untuk suplai gas dan diesel ke suplai solar PVs.

Selain itu, ada Orbital Marine Power yang berencana membangun proyek tidal turbine. Perusahaan ini akan memproduksi energi 10 megawatt di wilayah timur Indonesia, dan Nova Innovation yang berencana membangun off-grid tidal turbine.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan terdapat empat sektor yang menjadi fokus kerja sama Indonesia dengan Inggris.

Pertama, pariwisata kesehatan yang dapat memanfaatkan fasilitas BUMN di kawasan ekonomi khusus (KEK), terutama di Bali dan Sumatera.

"[Ini] kesempatan Indonesia menjadi pemain kelas regional untuk industri kesehatan. Yang tadinya masyarakat Indonesia berobat ke Malaysia dan Singapura, sekarang ada fasilitas terpercaya di Indonesia," ujarnya.

Sektor lain yang berpotensi lainnya adalah pendidikan utamanya hospitality, energi, dan pertahanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Hambatan Perdagangan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top