Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow! J&T Express Kirim 8 Juta Paket saat Harbolnas 10.10

J&T Express mengalami lonjakan kinerja pengiriman hingga 8 juta paket saat Harbolnas 10.10 kendati masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  15:10 WIB
Pelanggan mengirim barang melalui J&T di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/5/2018). J&T Express memperbarui tampilan visual dan sejumlah fitur pada aplikasi yang juga mengangkat fitur order dan pelacakan sebagai menu utama. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pelanggan mengirim barang melalui J&T di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/5/2018). J&T Express memperbarui tampilan visual dan sejumlah fitur pada aplikasi yang juga mengangkat fitur order dan pelacakan sebagai menu utama. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 10.10 menjadi rekor baru bagi PT Global Jet Express pemilik jasa kurir J&T Express. Pengirimannya melonjak dari rata-rata 1,4 juta per hari menjadi 8 juta per hari kiriman pada musim puncak tersebut.

CEO J&T Express Indonesia Robin Lo menyebutkan adanya peningkatan positif di tengah kondisi pandemi. Semarak belanja online 10.10 yang jatuh pada Sabtu 10 Oktober 2020 menambah panasnya semangat transaksi jual-beli online di tengah kondisi pandemi seperti sekarang ini.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik, J&T Express sebagai jasa pengiriman yang fokus pada bisnis e-commerce di Indonesia, mampu memaksimalkan padatnya permintaan pengiriman hingga 8 juta paket pada periode tersebut dari rata-rata pengiriman per hari 1,4 juta paket.

Menyadari pengaruh pandemi yang cukup terasa selama beberapa bulan terakhir, kebutuhan akan layanan pengiriman khususnya wilayah pulau Jawa masih mendominasi tingginya aktivitas pengiriman J&T Express, hal tersebut berdampak pada peningkatan jumlah resi tertinggi pada momen belanja online 10.10 seiring bertambahnya pelaku usaha kecil yang kini sudah beralih ke bisnis online.

“Pada 10.10 ini kami mendapat hasil yang positif melihat trafik pengiriman yang terjadi dibandingkan tahun sebelumnya. Di samping itu, adanya perubahan pola transaksi dan minat masyarakat dari berbelanja offline ke online terutama pada masa pandemi ini sehingga menunjang tingginya permintaan pengiriman dan mengalami kenaikan sebesar 7,7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkapnya, Rabu (14/10/2020).

Capaian positif tak lepas dari kesiapan yang dilakukan oleh J&T Express sebagai antisipasi pengiriman ketika peak season di masa pandemi, selain penyediaan infrastruktur dan fasilitas gudang yang mumpuni, penambahan karyawan menjadi pilihan sejak pertengahan 2020 guna meminimalisir adanya overload pengiriman.

Dia juga menyebut siap menghadapi tren kenaikan pengiriman paket di masa mendatang dengan adanya potensi Harbolnas pada November dan Desember 2020. Apalagi, pergeseran penjualan barang secara offline menuju online masih terus berlangsung.

J&T juga menjalankan SOP secara ketat, tentunya dengan mewajibkan karyawan yang bekerja menggunakan masker dan sarung tangan saat memindahkan barang, tidak lupa dilakukan disinfektan gudang sortir setiap minggunya serta semua paket lewat mesin sortir akan di disinfektan demi kenyamanan pelanggan.

"Harbolnas merupakan peak season yang kami alami setiap tahunnya sehingga untuk tahun ini tentunya terjadi peningkatan dibanding hari normal dan untuk tahun ini 10.10 kinerjanya tetap positif dan meningkat dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top