Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelabuhan Tanjung Priok Targetkan Raih Predikat Green Port Tahun Depan

Kita sekarang berada di zona merah, dan kita targetkan tahun 2021 predikat Ecoport itu bisa kita raih
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  20:06 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok Targetkan Raih Predikat Green Port Tahun Depan
Pelabuhan Tanjung Priok Targetkan Raih Predikat Green Port Tahun Depan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Dr. Capt. Mugen S Sartoto, MSc. menargetkan tahun depan Pelabuhan Tanjung Priok meraih predikat Green Port, pelabuhan yang Bersih, Bebas Pencemaran, dan Ramah Lingkungan.

“Kita sekarang berada di zona merah, dan kita targetkan tahun 2021 predikat Ecoport itu bisa kita raih,” kata Mugen dalam keterangan tertulis.

Dalam upaya itu, juga telah dilakukan penandatanganan sekretariat bersama (Sekber) penanganan dan pengawasan limbah di Pelabuhan Tanjung Priok antara Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Capt. Mugen S Sartoto dan Kepala Syahbandar Utama Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Wisnu Handoko.

Mugen mengatakan, dua tahun lalu telah dilakukan komitmen bersama antar stakeholder di Pelabuhan Tanjung Priok yang digagas oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, dalam mendeklarasikan Forum Ecoport Pelabuhan Tanjung Priok untuk mewujudkan pelabuhan terbesar di Indonesia tersebut menjadi pelabuhan berwawasan lingkungan dan memberikan nilai tersendiri.

Menurut Mugen, Deklarasi Forum Ecoport merupakan hasil kajian Konsep Ecoport yang telah dilakukan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok. “Dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 51 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut secara spesifik mengatakan bahwa untuk menjamin dan memelihara kelestarian lingkungan di pelabuhan, Otoritas Pelabuhan harus menyediakan fasilitas pencegahan pencemaran dan menjamin pelabuhan yang berwawasan lingkungan (ecoport),” jelasnya.

Mugen mengemukakan konsep Ecoport merupakan tantangan dalam penerapan, elemen-elemen kunci dan pilar dalam penerapan Ecoport, hingga program dari Forum Ecoport tersebut. “Pembangunan pelabuhan berwawasan lingkungan (ecoport) diartikan sebagai pengembangan pelabuhan berkelanjutan (sustainable port) yang tidak hanya memenuhi persyaratan lingkungan hidup, akan tetapi juga mengangkat kepentingan ekonomi pelabuhan,” papar  Mugen.

Ia mengatakan, konsep Ecoport memiliki empat pilar yaitu pemenuhan semua persyaratan regulasi di bidang lingkungan hidup (compliance), penerapan sistem manajemen lingkungan (misalnya ISO 14001) untuk menjamin keselarasan dan konsistensi pelaksanaan program-program lingkungan yang telah ditetapkan, pelaksanaan green initiatives, dan yang terakhir adalah keterlibatan stakeholders untuk mendukung upaya pemenuhan regulasi di bidang lingkungan hidup dan implementasi green initiatives di pelabuhan.

Dalam upaya memenuhi target dimaksud, Sekber akan secara rutin melakukan kegiatan sosial terkait kepedulian lingkungan serta penerapan sanksi kepada kapal atau pengguna jasa yang melakukan pencemaran. “Pada tahun 2021 kita mempunyai program pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan menginventarisir fasilitas dalan rangka pencegahan pencemaran di Pelabuhan Tanjung Priok,” tegas Mugen.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub R Agus H Purnomo mengatakan, perubahan kebiasaan memerlukan adanya upaya atau sinergitas bersama. “Penerapan konsep ecoport di pelabuhan internasional termasuk didalamnya adalah upaya perlindungan habitat satwa, penggunaan bahan ramah lingkungan, pengurangan limbah, konservasi energi dan antisipasi perubahan iklim melalui penggunaan energi baru dan terbarukan,” ujar Agus Purnomo.

Penerapan konsep ecoport, ungkap Dirjen Agus, memerlukan perubahan kebiasaan (habit), sebagai contoh kepedulian setiap individu dalam menjaga kebersihan dan mengurangi sampah plastik di lingkungan pelabuhan. Dalam dunia kepelabuhanan, kata Agus, ecoport telah menjadi salah satu tren dunia untuk mendukung kecintaan terhadap lingkungan. “Ecoport merupakan konsep pelabuhan yang memperhatikan aspek lingkungan,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan tanjung priok
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top