Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lelang Wakaf Mencapai Komitmen Rp30,32 Miliar

Lelang wakaf tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai wakaf khususnya wakaf produktif, serta mendorong partisipasi publik dalam berwakaf untuk mendukung pembangunan ekonomi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  18:10 WIB
Ilustrasi lembaga keuangan syariah. - Istimewa
Ilustrasi lembaga keuangan syariah. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan lembaga-lembaga Nazhir Indonesia yang tergabung dalam Forum Wakaf Produktif melaksanakan lelang wakaf pada tanggal 6-7 Oktober 2020.

Lelang wakaf tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai wakaf khususnya wakaf produktif, serta mendorong partisipasi publik dalam berwakaf untuk mendukung pembangunan ekonomi.

"Lelang wakaf yang diselenggarakan pada tanggal 6-7 Oktober 2020 mencatat komitmen penyaluran wakaf produktif sebesar Rp30,32 miliar," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng, Kamis (8/10/2020).

Penandatangan komitmen wakaf tersebut dilakukan dalam acara High Level Seminar on Waqf 'Akselerasi Gerakan Wakaf Menuju Indonesia Maju' pada hari ini (8/10/2020) secara virtual.

Adapun, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari pekan wakaf dalam rangka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Virtual 2020, dan akan mencapai puncaknya pada 27 - 31 Oktober 2020.

Dalam mendorong optimalisasi wakaf di Indonesia, Sugeng menyampaikan terdapat lima langkah yang perlu diambil. Pertama, perlu adanya perubahan pola pikir dan literasi. Saat ini pengetahuan terkait wakaf sangat terbatas, padahal wakaf bisa berbentuk tunai dengan nominal yang kecil.

Kedua, pentinganya dilakukan inovasi produk wakaf. Tidak hanya bersifat sosial, wakaf bisa digunakan untuk pembiayaan komersil yang bersifat sosial, yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai fasilitas.

Ketiga, diperlukan penguatan ekositem halal value chain. Sugeng mengatakan BI telah menggelar program infratani dan program pengelolaan industri kelapa terpadu. Selain itu, ada juga program penguatan kapasitas produksi pelaku sekonomi syariah.

Melalui program-program tersebut, sudah terbentuk 300 unit bisnis pesantren dan UMKM syariah. "Ke depan, kami akan mengintegrasikan itu melalui himpunan ekonomi bisnis pesantren. Ekosistem halal value chain ini bisa menjadi objek kredibel," jelasnya.

Lebih lanjut, keempat, penting adanya transparansi pada kegiatan wakaf, dari penyaluran hingga penggunaanya, sehingga kepercayaan masyarakat akan terjaga.

Terakhir, kata Sugeng, digitalisasi juga memegang peranan penting dalam pengembangan wakaf. "Apalagi di masa pandemi Covid-19, ini solusi yang sangat mujarab," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi syariah wakaf
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top