Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Sektor Pertanian Tumbuh Paling Tinggi di Tengah Pandemi

Jokowi mendorong petani dan nelayan untuk berkelompok dalam jumlah besar agar tercipta skala ekonomi yang efisien dan mudah mendapatkan akses pembiayaan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  11:08 WIB
Presiden Joko Widodo membuka rapat terbatas mengenai Percepatan Penyerapan Garam Rakyat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/10 - 2020)  -  Youtube Setpres.
Presiden Joko Widodo membuka rapat terbatas mengenai Percepatan Penyerapan Garam Rakyat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/10 - 2020) - Youtube Setpres.

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu yang menopang perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Pada kuartal II/2020, meski dalam tren perlambatan, sektor ini tumbuh paling tinggi atau 16,24 persen secara tahunan.

“Ini perlu kita jaga momentumnya sehingga memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan petani dan nelayan,” kata Jokowi dalam rapat terbatas mengenai pembentukan korporasi petani secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020).

Seperti diketahui, pada triwulan kedua tahun ini perekonomian Indonesia mengalami kontraksi hingga lebih dari 5 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kontribusi pertanian naik menjadi 15,46 persen pada kuartal II tahun ini dibandingkan dengan kontribusi pada kuartal II tahun lalu sebesar 13,57 persen.

Presiden pun meminta kementerian dan lembaga memberikan stimulus lebih kepada petani dan nelayan. Para petani dan nelayan harus didorong untuk berkelompok dalam jumlah besar agar tercipta skala ekonomi yang efisien dan mudah mendapatkan akses pembiayaan.

“Pola pikir juga perlu berubah tidak semata-mata fokus kepada on farm tapi bergerak ke out farm sisi pascapanen, sisi bisnisnya yaitu dengan membangun proses bisnis dari produksi sampai ke pascapanen,” kata Presiden.

Jokowi menilai implementasi model kelompok besar petani dan nelayan yang tergabung dalam korporasi belum berjalan optimal. Kelompok petani dan nelayan belum memiliki ekosistem yang terhubung dengan BUMN ataupun perusahaan swasta berskala besar.

Terkait hal itu, dia sempat memerintahkan jajarannya untuk meniru model bisnis negara lain yang telah sukses, seperti Malaysia dan Spanyol. Namun, dia bingung hingga saat ini belum ada satupun korporasi petani dan nelayan yang memiliki ekosistem lengkap.

“Saya sudah perintahkan sebetulnya beberapa tahun lalu untuk melihat Felda di Malaysia, untuk melihat koperasi sapi di Spanyol, model-modal yang bagus seperti itu sebenarnya gampang kita tiru tapi saya tidak tahu sampai sekarang tidak bisa kita bangun 1 atau 2 contohnya,” kata Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi petani nelayan covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top