Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jual Solar ke Malaysia Lebih Murah? Pertamina Beri Penjelasan Ini

Refinery Unit V Balikpapan pada 5 September 2020 melakukan pengapalan dan penyaluran perdana produk solar 50 ppm Sulphur ke Malaysia sejumlah 200.000 barel bernilai US$9,5 juta.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  12:59 WIB
Petugas keamanan berjaga di kawasan Kilang Minyak V Pertamina Balikpapan di Kalimantan Timur, Kamis (2/7). - Antara/Widodo S. Jusuf
Petugas keamanan berjaga di kawasan Kilang Minyak V Pertamina Balikpapan di Kalimantan Timur, Kamis (2/7). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa penjualan minyak solar ke Malaysia telah sesuai dengan prosedur dan harga pasar yang berlaku saat itu.

Direktur Utama PT Kilang Pertamina International Ignatius Tallulembang mengatakan bahwa penjualan minyak solar (high speed diesel/HSD) tersebut merupakan salah satu upaya dalam kondisi mendesak.

Pasalnya, selama pandemi Covid-19, kilang Pertamina dioperasikan pada kapasitas minimum 75 persen. Namun, dengan kapasitas itu, Pertamina masih menghasilkan solar yang berlebih karena rendahnya penyerapaan dalam negeri.

Dia menjelaskan bahwa harga ekspor yang lebih rendah dibandingkan dengan harga domestik disebabkan karena kondisi kargo ekspor tersebut masuk kategori yang perlu segera dijual.

Penjualan kargo mendesak tersebut, kata Ignatius, sangat terbatas dilakukan yang pada kasus tersebut hanya dijual 1 kargo yakni dengan volume 30.000 kiloliter untuk menghindari pemberhentian operasi kilang.

"Harga jualnya menentukan harga pasar, tentunya dibeli dengan harga Balikpapan sesuai dengan harga pasar. Pada saat itu, harganya seperti itu dan kami lepas dengan harga saat itu," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (5/10/2020).

Dia menambahkan bahwa apabila kondisi mendesak tersebut tidak segera dicarikan solusi, penyetopan operasi kilang akan berdampak terhadap produksi produk-produk seperti bensin dan LPG.

"Case kemarin tidak ada pilihan kapasias kilang operasi minimum, ada pun prodiu solar karena demand menurun dan storage terbatas, maka dipasarkan di luar negeri," jelasnya.

Pertamina melalui Refinery Unit V Balikpapan pada 5 September 2020, melakukan pengapalan dan penyaluran perdana produk high speed diesel 50 ppm Sulphur ke Malaysia sejumlah 200.000 barel atau setara dengan 31.800 kiloliter melalui kapal MT Ridgebury Katherine Z.

Kapal yang mengangkut produk HSD 0,005-%S akan menempuh waktu 4 hari—5 hari hingga sampai ke Malaysia bernilai ekspor US$9,5 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BBM
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top