Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akhir Tahun, Kinerja Logistik Truk Bisa Anjlok 60 persen

Pebisnis logistik truk memprediksi aktivitas logistik truk bisa anjlok hingga 60 persen pada akhir tahun ini jika daya beli konsumen masih rendah.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 September 2020  |  20:38 WIB
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). -  ANTARA / M Risyal Hidayat
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku truk logistik memproyeksikan penurunan aktivitas hingga akhir tahun ini bisa mencapai 60 persen dibandingkan dengan pada tahun lalu jika tidak ada kebijakan tepat dari pemerintah untuk meningkatkan konsumsi.

Direktur Utama PT Lookman Djaja Logistics Kyatmaja Lookman memprediksi kondisi hingga akhir tahun tidak akan banyak beranjak dari posisi saat ini dan bahkan bisa berlanjut hingga pertengahan 2021. Pasalnya, pada kuartal akhir 2020, Indonesia akan masuk dalam teknikal resesi, sehingga secara otomatis akan semakin banyak masyarakat menahan aktivitas konsumsi.

Sementara itu prediksi sejumlah pihak memperkirakan kondisi pemulihan berlangsung hingga dua tahun mendatang.

“Pertimbangannya adalah pengumuman resesi dan strategi pemerintah meningkatkan aktivitas ekonomi. Kalau tidak dilakukan dengan baik jadi bisa balik seperti PSBB pertama yang minus 60 persen. Kalau melakukan kegiatan meningkatkan ekonomi kami nggak terlalu suffering, tetapi memang enggak akan kembali seperti semula karena aktivitas ekonomi sudah terhambat,” katanya, Senin (28/9/2020).

Di tengah tekanan saat ini, Kyatmaja mengemukakan masih mempertahankan staf dan karyawan perusahaan dengan minimal menanggung biaya kesehariannya. Namun, memang perusahaan kesulitan dana terhambat untuk menambah jumlah pembeli dan melakukan inovasi produk dengan tipe kendaraan baru.

Terlebih selama pandemi ini kebijakan pemberantasan truk ODOL atau over dimension over load tidak dilakukan dengan ketat.

“Mau inovasi juga kendaraannya berhenti apa yang diinovasikan. Jadi kita ini lebih fokus ke training. Selama masa pandemi enggak kemana-mana fokusnya kembali ke SDM. Harapannya setelah pandemi angka kerusakan kendaraan dan kecelakaan menurun. Jadi yang saat ini dilakukan adalah investasi di SDM,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top