Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Simplifikasi Cukai, Petani Tembakau Diarahkan Berdialog dengan DPR

Petani Tembakau nasional menolak keinginan Kementerian Keuangan menerapkan kebijakan Simplifikasi Cukai Rokok pada 2021.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 22 September 2020  |  19:21 WIB
Ilustrasi - Antara/Yusuf Nugroho
Ilustrasi - Antara/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Petani tembakau nasional diarahkan untuk berdialog dengan DPR guna menyampaikan penolakan terhadap kebijakan simplifikasi cukai.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) Lestarie Moerdijat memahami  suara  dan sikap Petani Tembakau.

Mereka menolak keinginan  Kementerian Keuangan menerapkan kebijakan simplifikasi cukai rokok pada 2021.

Lestarie meminta para petani tembakau menggalang dukungan yang lebh luas dari masyarakat. Termasuk, ujarnya, berdialog dengan Komisi IV yang membidangi masalah perkebunan, Komisi XI yang membidangi masalah anggaran, dan komisi-komisi lainnya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Dengan demikian, keberatan itu pada akhirnya dapat disampaikan langsung oleh DPR RI kepada pemerintah. Baik Presiden maupun Menteri Keuangan,” ujarnya, Selasa (22/9/2020).

Lestarie mengatakan, dia sebelumnya sempat beraudiensi dengan para petani tembakau nasional secara virtual.

Pada kesempatan itu dia mengatakan, sebagai anggota DPR, akan menampung dan berusaha menyampaikan aspirasi dari masyarakat industri hasil tembakau ke komisi yang membidangi persoalan itu.

“Saya juga akan minta Fraksi NasDem dan kawan kawan dari Fraksi NasDem di Komisi IV untuk bisa memfasilitasi dan meneruskan suara masyarakat petani tembakau atau masyarakat industri hasil tembakau ke pihak-pihak yang berkompeten,” paparnya.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jawa Barat Suryana mengatakan masyarakat petani tembakau menolak simplifikasi cukai.

Menurut Suryana, simplifikasi cukai akan mematikan perusahaan atau pabrik rokok menengah dan kecil di Tanah Air. 

Ia melanjutnya, jika perusahaan rokok menengah dan kecil banyak berguguran, penjualan tembakau yang dihasilkan masyarakat petani tembakau di Indonesia akan menyusut.

Jika penjualan tembakau dari perkebunan tembakau nasional menyusut, otomatis akan menyengsarakan dan membahayakan kehidupan ekonomi para petani.

“Rencana simplifikasi penarikan cukai rokok itu hanya akan menguntungkan satu perusahaan rokok besar dan akan mematikan atau membunuh perusahaan-perusahaan rokok menengah dan kecil nasional," ujarnya.

Hal itu bisa terjadi karena pembayaran cukai perusahaan rokok kecil dipaksa masuk ke golongan yang lebih besar.

"Semula perusahaan rokok itu bayar cukai rokok di golongan IV, misalnya, kalau disimplifikasikan, menjadi tiga golongan, dan ini bayar cukainya jadi lebih mahal,” paparnya.

Menurut Suryana, jika simplifikasi penarikan cukai dilaksanakan, pemerintah juga akan mengalami kerugian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top