Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dilema Perusahaan Saat Covid-19, Rekrut atau PHK ?

Perusahaan pun dituntut untuk melakukan adaptasi cepat dalam menyikapi perubahan-perubahan selama krisis kesehatan mulai dari mengubah arah bisnis (pivot), diversifikasi usaha, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 19 September 2020  |  20:03 WIB
Sejumlah pegawai PT Kahatex berjalan keluar kawasan pabrik di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, per 27 Mei 2020 sebanyak 3.066.567 pekerja dikenai pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Sejumlah pegawai PT Kahatex berjalan keluar kawasan pabrik di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat, per 27 Mei 2020 sebanyak 3.066.567 pekerja dikenai pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan akibat pandemi Covid-19. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTASejumlah perusahaan harus memutar otaknya untuk tetap bertahan dari badai ekonomi selama pandemi Covid-19.

Perusahaan pun dituntut untuk melakukan adaptasi cepat dalam menyikapi perubahan-perubahan selama krisis kesehatan mulai dari mengubah arah bisnis (pivot), diversifikasi usaha, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Dalam acara Top Business Talk #1: “Rekrut Vs PHK” yang diadakan TopKarir, Jumat (18/9/2020), persoalan urgensi merekrut atau PHK menjadi pembahasan utama.

Langkah berani diambil oleh PT Pan Brothers Tbk. yang justru melakukan perekrutan sebagai respons dari pivot bisnis perusahaan dalam menghadapi Covid-19.

“Kami belajar dari situasi yang ada dan mencoba beradaptasi dengan membuka divisi baru untuk mengerjakan pembuatan APD [alat pelindung diri] dan masker. Inovasi ini sangat mendongkrak pertumbuhan perusahaan,” kata Vice CEO Pan Brothers Anne Patricia Sutanto, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (19/9/2020).

Lebih lanjut, Anne menjelaskan pentingnya mengembangkan kapasitas karyawan supaya bisa memiliki multi skill dan kemampuan beradaptasi yang baik dan cepat.

“Pada proses pembuatan APD dan masker, ada pekerjaan tambahan yang membutuhkan SDM lebih dengan skill yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Pan Brothers bermitra dengan TopKarir dalam proses mencari dan mengembangkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan kami,” tambah Anne.

Aditya Warman selaku Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan strategi pertahanan perusahaan di tengah pandemi harus fokus pada pengembangan talenta kerja di dalam perusahaan.

“Perusahaan perlu mempertimbangkan pentingnya talenta kerja sebagai aset yang menentukan bangkitnya perusahaan di tengah pandemi. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah mengetahui spesifikasi skill yang dibutuhkan, menemukan minat dan bakat dari karyawan,” tekannya.

Sementara itu, CEO TopKarir Indonesia Bayu Janitra Wirjoatmodjo menambahkan bahwa PHK bukanlah satu-satunya jalan untuk menyikapi Covid-19.

“Di masa pandemi ini keberlangsungan bisnis harus dilakukan dengan cepat, aman, dan bergantung pada talenta muda yang efektif dan efisien yang dimiliki perusahaan. Talenta muda yang bekerja sesuai minat dan bakat, melek digital, multitasking dan cepat beradaptasi,” jelas Bayu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top