Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Terpendam Dongkrak Harga Rata-rata Rumah di Inggris

Bisnis properti di Inggris mulai bangkit kembali terutama untuk hunian setelah lockdwon dilonggarkan.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 17 September 2020  |  00:11 WIB
Perumahan di London, Inggris./Bloomberg - Chris J. Ratcliffe
Perumahan di London, Inggris./Bloomberg - Chris J. Ratcliffe

Bisnis.com, JAKARTA – Harga rumah melonjak ke rekor tertinggi baru pada Juni karena pasar perumahan dibuka kembali dan permintaan rumah yang terpendam direalisasikan setelah lockdown akibat Covid-19.

Harga rata-rata rumah di Inggris naik 8.000 pound sterling, atau 3,4 persen, dalam setahun hingga Juni ke puncak baru 238.000 pound, sementara kenaikan bulanan adalah 2,4 persen, naik dari penurunan 0,1 persen pada Mei, menurut ke Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) pada Rabu (16/9/2020).

Data resmi Juni untuk harga rumah mengonfirmasi mini-boom properti Inggris, terutama pada saat itu didorong oleh transaksi yang dilanjutkan setelah ditahan oleh pandemi.

Angka Juni mencerminkan sebagian besar penawaran yang dibuat dan diterima pada akhir Maret dan April, ketika agen real estat harus menutup toko karena lockdown, tetapi kemudian diizinkan untuk membuka kembali mulai 13 Mei.

“Kenaikan harga pada Juni 2020 mungkin mencerminkan beberapa tingkat permintaan yang terpendam menyusul pelonggaran pembatasan penguncian, terutama di ujung skala harga yang lebih tinggi,” demikian laporan ONS.

Shaun Church, direktur pialang hipotek di Private Finance, mengatakan angka tersebut mengungkapkan skala dampak 'lonjakan tiba-tiba' dalam permintaan yang terpendam terhadap harga rumah setelah pembukaan kembali pasar properti.

"Kenaikan harga didorong oleh membanjirnya pembeli yang melanjutkan pembelian yang ditahan selama lockdown segera setelah pembatasan dilonggarkan," tuturnya.

Namun, laporan itu juga memperingatkan bahwa dampak virus corona pada penjualan rumah—yang mencapai titik terendah selama lockdown dan masih di bawah level pra-Covid—berarti revisi yang lebih besar mungkin perlu dilakukan pada perkiraan indeks harga rumah dari biasanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti inggris

Sumber : This is Money

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top