Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lelang PLTS Skala Besar Tengah Disiapkan

Kementerian ESDM bekerja sama denan ADB untuk merancang pedoman pengadaan PLTS skala besar yang dapat menghasilkan harga listrik murah.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 17 September 2020  |  08:28 WIB
Petugas sedang melakukan pengecekan di sebuah pembangkit listrik tenaga surya. Istimewa -  PLN
Petugas sedang melakukan pengecekan di sebuah pembangkit listrik tenaga surya. Istimewa - PLN

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyiapkan proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berskala besar atau utility scale untuk ditawarkan melalui proses lelang.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris mengatakan bahwa kementerian tengah bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) untuk merancang pedoman pengadaan PLTS skala besar yang dapat menghasilkan harga listrik murah.

"Pengadaan PLTS skala besar dengan target harga yang mudah-mudahan bisa capai US$0,05 per kWh. Sekarang benchmark yang terendah di Indonesia US$0,058. Ini kami coba menghasilkan di bawah itu, lebih rendah lagi supaya PLTS skala besar dengan image harga rendah bisa benar-benar diterapkan di Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap secara virtual, Rabu (16/9/2020).

Rencananya, proses lelang baru akan dilaksanakan setelah rancangan Peraturan Presiden tentang Pembelian Tenaga Listrik Energi Terbarukan (Perpres EBT) diterbitkan.

Pemerintah telah menyiapkan pengadaan PLTS di wilayah Sumatra dengan kapasitas hingga 200 megawatt (MW) untuk dilelang.

"Target yang kami ingin coba di Sumatra dulu. Diharapkan bisa bangun, bisa pengadaan sampai 200 MW. Mudah-mudahan bisa terlaksana setelah regulasi Perpres EBT diimplementasikan," kata Harris.

Rencana pengadaan PLTS skala besar merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengakselerasi pengembangan PLTS. Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan area lahan bekas tambang untuk lokasi pembangunan PLTS. Dengan luas sekitar 2.700 hektare, terdapat potensi 2.300 MW kapasitas PLTS yang dapat dikembangkan.

Strategi lainnya, yakni pengembangan PLTS terapung di waduk-waduk di berbagai wilayah dengan potensi 857 MW, pengembangan PLTS atap secara masif, PLTS untuk Gudang pendingin, dan pemanfaatan PLTS hibrida di daerah-daerah terluar, tertinggal, dan terdepan.

Adapun, total kapasitas terpasang PLTS di Indonesia per Mei 2020 tercatat baru mencapai 152 MW. Sesuai RPJMN 2020—2024, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit surya hingga 2.089,4 MW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

plts
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top