Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ahok Usul Bubarkan Kementerian BUMN, Ini Respon Pertamina

Ahok melontarkan kritik terbuka kepada Pertamina dan berpendapat agar Kementerian BUMN dibubarkan, digantikan menjadi superholding.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 16 September 2020  |  19:47 WIB
Mobil tanki Pertamina siap menyalurkan pasokan BBM di Sumbagsel. istimewa
Mobil tanki Pertamina siap menyalurkan pasokan BBM di Sumbagsel. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) buka suara atas komentar Komisaris Utamanya yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman merespons positif pernyataan Ahok yang ditujukan kepada Pertamina. 

"Kami menghargai pernyataan Pak BTP sebagai Komut yang memang bertugas untuk pengawasan dan memberikan arahan," katanya pada Rabu (16/9/2020).

Dia menambahkan, pernyataan Ahok juga sejalan dengan restrukturisasi Pertamina yang sedang dijalankan direksi agar perusahaan menjadi lebih cepat, lebih adaptif dan kompetitif.

Fajriyah mengatakan, upaya direksi Pertamina untuk menjalankan perusahaan sesuai prosedur, menjadi lebih transparan dan profesional telah konsisten nyata dilakukan, melalui penerapan ISO 37001:2016 mengenai Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) oleh Pertamina dan Grupnya, kerja sama dengan PPATK dan juga institusi penegak hukum, serta pendampingan dengan KPK.  

Selain itu, hal-hal yang bersifat aksi korporasi dilakukan manajemen dalam rangka pertumbuhan perusahaan dan juga memastikan ketahanan energi nasional, akan mempertimbangkan internal resources dan dilakukan secara prudent dan profesional. 

"Koordinasi dan komunikasi dengan komisaris dan juga stakeholder terkait terus kami jalankan, agar semua terinfokan dengan baik apa yang sedang dijalankan oleh Pertamina," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Ahok kini viral lantaran mengungkapkan berbagai hal terkait manajemen Pertamina, mulai dari urusan ganti jabatan, persoalan gaji, hingga utang perseroan.

Hal tersebut dia ungkapkan dalam sebuah video berdurasi sekitar enam menit yang diunggah akun POIN di platform Youtube pada Senin (14/9/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina ahok kementerian bumn
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top