Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Agustus 2020 Turun 8,36 Persen Jadi US$13,07 Miliar

Data BPS menunjukkan penurunan ekspor secara tahunan pada Agustus 2020 dipengaruhi oleh komoditas migas dan nonmigas yang keduanya mengalami kontraksi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 15 September 2020  |  11:17 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA —Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja ekspor Agustus 2020 mencapai US$13,07 miliar, turun 8,36 persen secara year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$14,26 miliar.

Sementara itu, secara bulanan, realisasi ekspor pada Agustus 2020 menunjukkan tren penurunan, yakni 4,62 persen dari posisi Juli 2020 sebesar US$13,70 miliar. Secara tahunan, ekspor pada bulan kedelapan mengalami kontraksi karena ekspor migas turun sebesar  27,23 persen dan nonmigas susut 7,16 persen.

"Ekspor yang turun dua komoditas, migas dan nonmigas. Nonmigas turun dipengaruhi  komoditas logam mulia, minyak nabati, mineral besi dan baja, serta alas kaki," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung melalui YouTube resmi BPS, Selasa (15/9/2020).

Sementara itu, untuk ekspor secara bulanan, Suhariyanto mengatakan seluruh sektor menunjukkan penurunan. Sektor migas turun sebesar 9,94 persen, pertanian minus 2,37 persen, industri pengolahan turun 4,91 persen, serta sektor pertambangan dan lainnya turun 0,28 persen secara bulanan.

Kepala BPS memerinci, ekspor pertanian turun karena didorong oleh obat aromatik dan rempah-rempah, tembakau, kopi, mutiara, dan kepiting. Sektor industri pengolahan negatif karena beberapa komoditas, seperti logam dasar mulia, kelapa sawit, dan sepatu olahraga.

"Untuk pertambangan, komoditas yang turun seperti batu bara, kemudian biji besi," katanya.

Secara kumulatif, ekspor Indonesia pada periode Januari-Agustus 2020 tercatat senilai US$103,16 miliar atau turun 6,51 persen secara tahunan. Share ekspor nonmigas terbesar yaitu lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 12,40 persen dengan nilai US$12,14 miliar dan bahan bakar energi sebesar 11,99 persen senilai US$11,74 miliar.

Suhariyanto menyebutkan penurunan tersebut disebabkan oleh permintaan negara lain yang masih lemah dan aktivitas ekonomi belum berjalan dengan normal. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor bps
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top