Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih mengkaji daaerah yang akan diujicoba untuk mengalihkan penggunaan Premium ke Pertalite dengan program pemberian diskon.
VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan bahwa, untuk program diskon harga Pertalite tersebut nantinya menyesuaikan dengan aturan yang ada di masing-masing pemerintah daerah seperti penentuan pajak yang berbeda-beda.
"Masih dilakukan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemda setempat. Seputaran Jawa dan Bali," katanya kepada Bisnis, Senin (14/9/2020).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan akan ada empat daerah yang akan diujicoba untuk penerapan pergantian dari penggunaan bahan bakar minyak jenis premium ke pertalite.
Arifin mengatakan Indonesia terus dipacu untuk beralih menggunakan energi bersih mengacu pada peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Salah satu upaya yang ditempuh adalah mendorong masyarakat beralih dari penggunaan BBM jenis premium ke pertalite. Arifin menjelaskan, salah satu dukungan tersebut seperti aksi korporasi yang dilakukan Pertamina di Bali dengan memberikan diskon khusus untuk pertalite yang dijual dengan harga premium.
Ke depannya, Arifin menyebut bakal mengimplementasikan program itu secara bertahap di Pulau Jawa, Madura, dan Bali.
"Selain Bali, ada 4 daerah lagi ujicoba Pertalite menggantikan Premium," jelasnya.
Diskon Pertalite, Pertamina Masih Bahas Lokasinya
Indonesia terus dipacu untuk beralih menggunakan energi bersih mengacu pada peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Amanda Kusumawardhani
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru

8 menit yang lalu
Dubes AS Siap Fasilitasi Airlangga Cs Nego Tarif Trump

27 menit yang lalu
Perang Dagang Berkobar, Ini Daftar Negara yang Pilih Balas Tarif AS

33 menit yang lalu
Reaksi DPR Soal Rencana Prabowo Hapus Kuota Impor

55 menit yang lalu
Pertumbuhan Ekonomi Asia-Pasifik 2025 Direvisi ADB, China Melambat
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
