Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Kayu Lapis Keras China di AS Rontok, Digerogoti Vietnam & Indonesia

Impor kayu lapis keras dari Indonesia melonjak dari 361 juta kaki persegi pada 2017 menjadi 541 juta kaki persegi dalam 12 tahun terakhir.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 13 September 2020  |  02:59 WIB
Berbagai corak kayu lapis keras - Sumber/www.woodworkingnetwork.com
Berbagai corak kayu lapis keras - Sumber/www.woodworkingnetwork.com

Bisnis.com, WASHINGTON D.C. — Decorative Hardwoods Association mengungkapkan bahwa impor kayu lapis keras Amerika Serikat dari China anjlok dari 1,37 miliar kaki persegi pada 2017 menjadi 139 juta kaki persegi dalam 12 bulan terakhir.

Saat itu, impor dari Vietnam melonjak dari 30 juta kaki persegi pada 2017 menjadi 546 juta kaki persegi dalam 12 bulan terakhir dan impor dari Indonesia melonjak dari 361 juta kaki persegi menjadi 541 juta kaki persegi dalam kurun waktu yang sama.

“Nilai impor kayu lapis keras dari China merosot dari US$574 juta menjadi US$61 juta, sedangkan nilai impor dari Vietnam naik dari US$30 juta menjadi US$257 juta dan nilai impor dari Indonesia meningkat dari US$196 juta menjadi US$268 juta,” tulis Decorative Hardwoods Association seperti dikutip dari www.floordaily.net, Jumat (11/9/2020)

Selain itu, sumber yang sama melaporkan bahwa, “AS bukan lagi menjadi pemasok kayu keras terbesar di China. Impor global kayu gelondongan kayu keras China turun 17 persen pada paruh pertama tahun 2020. Impor global kayu gelondongan kayu lunak turun 16 persen, sekitar 72 persen dari total nasional.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kayu lapis
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top